Program Bank Sampah Diharap Bisa Tekan Darurat Sampah di Makassar
Kamis, 24 Maret 2022 - 23:42 WIB
loading...
A
A
A
Plt Kepala Bidang Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Makassar, Kahfiyani menambahkan, pada tahun 2018 ada kurang 1.000 bank sampah. Namun, yang tercatat aktif saat ini hanya 360-an saja.
"Karena kondisi pandemi juga jadi banyak orang mengurangi aktivitas. Jadi sekarang kami akan support mereka supaya bisa mengaktifkan kembali bank sampah," jelasnya.
"Tahun ini kami sudah targetkan setiap bulan ada penambahan bank sampah yang aktif. Ada 14 kecamatan yang setiap bulan harus ada penambahan 5 bank sampah," pungkasnya.
Ketua Bank Sampah Nasional , Saharuddin Ridwan menuturkan potensi sampah di Kota Makassar, rata-rata 1.200-1.300 ton per hari. Namun tidak semua masuk ke TPA.
Baca Juga: Kewalahan Tangani Sampah, Ternate Dapat Bantuan Armada Sampah
"Sisanya ada yang ke Bank Sampah, pemulung, ada juga ke pengolahan yang lain. Atau bisa jadi mungkin tidak terangkut juga di hari itu," ungkap Sahar.
Berdasarkan survei masterplan pengolahan sampah pada tahun 2016, sebutnya, sebanyak 55 persen sampah yang diproduksi merupakan sampah organik. Sisanya adalah sampah anorganik, seperti plastik, kertas, dan lainnya.
Sementara, yang diambil oleh bank sampah hanyalah sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis. "Jadi bank sampah itu hanyalah salah satu alternatif untuk mengurangi sampah anorganik," katanya.
"Karena kondisi pandemi juga jadi banyak orang mengurangi aktivitas. Jadi sekarang kami akan support mereka supaya bisa mengaktifkan kembali bank sampah," jelasnya.
"Tahun ini kami sudah targetkan setiap bulan ada penambahan bank sampah yang aktif. Ada 14 kecamatan yang setiap bulan harus ada penambahan 5 bank sampah," pungkasnya.
Ketua Bank Sampah Nasional , Saharuddin Ridwan menuturkan potensi sampah di Kota Makassar, rata-rata 1.200-1.300 ton per hari. Namun tidak semua masuk ke TPA.
Baca Juga: Kewalahan Tangani Sampah, Ternate Dapat Bantuan Armada Sampah
"Sisanya ada yang ke Bank Sampah, pemulung, ada juga ke pengolahan yang lain. Atau bisa jadi mungkin tidak terangkut juga di hari itu," ungkap Sahar.
Berdasarkan survei masterplan pengolahan sampah pada tahun 2016, sebutnya, sebanyak 55 persen sampah yang diproduksi merupakan sampah organik. Sisanya adalah sampah anorganik, seperti plastik, kertas, dan lainnya.
Sementara, yang diambil oleh bank sampah hanyalah sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis. "Jadi bank sampah itu hanyalah salah satu alternatif untuk mengurangi sampah anorganik," katanya.
Lihat Juga :