Pakar Teknologi Pangan dan Teknik Kimia Sebut Plastik Polikarbonat Tahan Panas
Senin, 21 Maret 2022 - 15:21 WIB
loading...
Pakar dari IPB dan ITB menyebut bahwa plastik polikarbonat (PC) relatif tahan panas. Titik leleh plastik jenis ini berada di kisaran 265-267 derajat celcius. Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - PakarTeknologiPangandari Institut Pertanian Bogor (IPB), EkoHari Purnomo, dan Ivan Hadinata Rimbualamdari Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) menegaskan bahwa plastik polikarbonat (PC) relatif tahan panas.Titik leleh plastik jenis ini berada di kisaran 265-267 derajat celcius.
Eko menyampaikan plastik jenis PC yang mengandung Bisfenol A (BPA) itu digunakan untuk galon air minum salah satunya karena sifat tahan panasnya itu.Selain itu, plastik PC juga keras, kaku, transparan, dan mudah dibentuk. Dia mengatakankandungan BPA yang terkandung dalam galon air minum dalam kemasan guna ulang ini juga sudah dijamin tidak membahayakan kesehatan karena sudah memiliki ijin edar dari BPOM.
Baca Juga: Ingatkan Bahaya Plastik, Ecoton Bangun Museum Botol Plastik Bekas
Selain itu, kata Eko, kecil kemungkinan ada migrasi atau perpindahan BPA dari kemasan galon ke dalam airnya mengingat BPA itu tidak larut dalam air. “BPA ini hanya larut dalam pelarut organik seperti alkohol, eter, ester, keton, dan sebagainya,” tukasnya.
Hal senada juga disampaikan Ivan Hadinata Rimbualam dari Teknik Kimia ITB yang juga spesialis supplay chain di Perusahaan FMCG Multinasional.Dalamblognya, dia menulis polikarbonatadalah suatu kelompokpolimer termoplastik yang mudah dibentuk dengan menggunakanpanas. Plastik ini memiliki banyak keunggulan, yaitu ketahanan termal dibandingkan dengan plastik jenis lain, tahan terhadap benturan, dan sangat bening. “Plastik polikarbonat lebih kuat dan dapat digunakan pada suhu tinggi,” ujarnya.
Mengenai BPA yang menjadi monomer pembuat plastik PC, dia mengatakan berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengamati potensi migrasi BPA dari produk-produk polikarbonat ke dalam makanan dan minuman. “Studi-studi ini telah secara konsisten menunjukkan bahwa potensi migrasi BPA ke dalam makanan dan minuman sangat kecil, rata-rata lebih rendah dari 5 ppb dalam kondisi ruang,” tuturnya.
Eko menyampaikan plastik jenis PC yang mengandung Bisfenol A (BPA) itu digunakan untuk galon air minum salah satunya karena sifat tahan panasnya itu.Selain itu, plastik PC juga keras, kaku, transparan, dan mudah dibentuk. Dia mengatakankandungan BPA yang terkandung dalam galon air minum dalam kemasan guna ulang ini juga sudah dijamin tidak membahayakan kesehatan karena sudah memiliki ijin edar dari BPOM.
Baca Juga: Ingatkan Bahaya Plastik, Ecoton Bangun Museum Botol Plastik Bekas
Selain itu, kata Eko, kecil kemungkinan ada migrasi atau perpindahan BPA dari kemasan galon ke dalam airnya mengingat BPA itu tidak larut dalam air. “BPA ini hanya larut dalam pelarut organik seperti alkohol, eter, ester, keton, dan sebagainya,” tukasnya.
Hal senada juga disampaikan Ivan Hadinata Rimbualam dari Teknik Kimia ITB yang juga spesialis supplay chain di Perusahaan FMCG Multinasional.Dalamblognya, dia menulis polikarbonatadalah suatu kelompokpolimer termoplastik yang mudah dibentuk dengan menggunakanpanas. Plastik ini memiliki banyak keunggulan, yaitu ketahanan termal dibandingkan dengan plastik jenis lain, tahan terhadap benturan, dan sangat bening. “Plastik polikarbonat lebih kuat dan dapat digunakan pada suhu tinggi,” ujarnya.
Mengenai BPA yang menjadi monomer pembuat plastik PC, dia mengatakan berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengamati potensi migrasi BPA dari produk-produk polikarbonat ke dalam makanan dan minuman. “Studi-studi ini telah secara konsisten menunjukkan bahwa potensi migrasi BPA ke dalam makanan dan minuman sangat kecil, rata-rata lebih rendah dari 5 ppb dalam kondisi ruang,” tuturnya.
Lihat Juga :