Kisah Marlon Lumangkun Penjual Gorengan yang Raup Untung Puluhan Juta hingga Mampu Beli Mobil
Jum'at, 18 Maret 2022 - 17:24 WIB
loading...
A
A
A
Hingga pada pertengahan 2021, dari hasil menjual gorengan Marlon bisa membeli mobil jenis MPV secara tunai. Mobil itu digunakan untuk menunjang kegiatannya. "Setelah saya pertimbangkan, akhirnya saya putuskan untuk membeli mobil. Saya belinya tunai," ujarnya sambil tersenyum.
Baca juga: Cinta Terhalang Restu Orang Tua, Sepasang Kekasih Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap
Mobil tersebut digunakannya untuk belanja bahan-bahan gorengan, sebab jika menggunakan sepeda motor tidak akan mampu membawa belanjaan. "Dahulu kalau ke pasar masih menggunakan sepeda motor, tapi setelah beberapa waktu bahan yang dibeli terus bertambah, makanya dengan adanya mobil sangat membantu," katanya.
Dia berbelanja sendiri ke Pasar Bersehati. Dia datang ke pasar untuk berbelanja, setiap pukul 03.00 WITA. "Kalau ke pasar saya pagi-pagi sekali. Penjualnya terlebih dahulu saya telepon, untuk menyerahkan bahan-bahan yang akan saya beli. Jadi, ketika sampai tinggal membayar dan mengambil baragnya," ungkapnya.
Bahkan tidak itu saja, dia kemudian berhasil mengembangkan usahanya dengan menyewa tenant kembali di lokasi yang sama dengan menjual berbagai macam jus buah. "Selain dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membeli kendaraan, hasilnya saya bisa mengembangkan usaha dengan menyewa tenant kembali di Alfamart Malalayang untuk berjualan berbagai macam jus buah," tuturnya.
Saat pandemi COVID-19 melanda, usahanya sempat terdampak cukup parah. Di awal-awal pandemi omzetnya menurun sampai 50 persen per bulan. "Awal pandemi parah banget, ya kalau dibandingkan sekarang mendinganlah, ada perbedaan dibandingkan dengan awal pandemi. Memang belum normal, tetapi namanya usaha kadang naik kadang turun," pungkasnya.
Baca juga: Cinta Terhalang Restu Orang Tua, Sepasang Kekasih Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap
Mobil tersebut digunakannya untuk belanja bahan-bahan gorengan, sebab jika menggunakan sepeda motor tidak akan mampu membawa belanjaan. "Dahulu kalau ke pasar masih menggunakan sepeda motor, tapi setelah beberapa waktu bahan yang dibeli terus bertambah, makanya dengan adanya mobil sangat membantu," katanya.
Dia berbelanja sendiri ke Pasar Bersehati. Dia datang ke pasar untuk berbelanja, setiap pukul 03.00 WITA. "Kalau ke pasar saya pagi-pagi sekali. Penjualnya terlebih dahulu saya telepon, untuk menyerahkan bahan-bahan yang akan saya beli. Jadi, ketika sampai tinggal membayar dan mengambil baragnya," ungkapnya.
Bahkan tidak itu saja, dia kemudian berhasil mengembangkan usahanya dengan menyewa tenant kembali di lokasi yang sama dengan menjual berbagai macam jus buah. "Selain dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membeli kendaraan, hasilnya saya bisa mengembangkan usaha dengan menyewa tenant kembali di Alfamart Malalayang untuk berjualan berbagai macam jus buah," tuturnya.
Saat pandemi COVID-19 melanda, usahanya sempat terdampak cukup parah. Di awal-awal pandemi omzetnya menurun sampai 50 persen per bulan. "Awal pandemi parah banget, ya kalau dibandingkan sekarang mendinganlah, ada perbedaan dibandingkan dengan awal pandemi. Memang belum normal, tetapi namanya usaha kadang naik kadang turun," pungkasnya.
(eyt)
Lihat Juga :