Hayarna Basmin Dukung Layanan KB Keliling Dinas Dalduk
Jum'at, 18 Maret 2022 - 13:40 WIB
loading...
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Luwu, Hayarna Hakim, mendukung program Peningkatan Kesertaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Foto: Istimewa
A
A
A
LUWU - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga ( TP-PKK ) Kabupaten Luwu, Hayarna Hakim, mendukung program Peningkatan Kesertaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Oleh Tim KB Keliling Dinas Pengendalian Penduduk dan KB.
Hayarna Basmin mengatakan, program Keluarga Berencana merupakan salah satu program pemerintah yang dirancang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk.
Baca Juga: Kepesertaan Keluarga Berencana di Pangandaran Mencapai 61.703 Akseptor
"Pemerintah gencar melaksanakan Program KB agar keluarga sebagai unit terkecil kehidupan bangsa diharapkan menerima Norma Keluarga Kecil Bahagia dan sejahtera (NKKBS) yang berorientasi pada pertumbuhan yang seimbang. Perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi," ujar istri Bupati Luwu ini.
Menurutnya, program KB ini sangat didukung oleh TP PKK Kabupaten Luwu karena sangat berkaitan dengan program peningkatan kesejahteraan Keluarga.
"Selaku Ketua TP PKK Kabupaten Luwu, saya memberikan apresiasi dan turut mendukung pelaksanaan kegiatan ini yang bertujuan mewujudkan norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk," sambungnya.
Sekretaris Dinas Dalduk dan KB , Sahrun, menguraikan, metode kontrasepsi jangka panjang adalah alat kontasepsi yang berfungsi untuk menunda atau mengendalikan jarak kehamilan dan menghentikan kesuburan. Alat kontrasepsi yang digunakan yakni IUD (spiral), IMPLANT (susuk), Metode Operasi Wanita (Tubektomi) dan Metode Operasi Pria (vasektomi).
Hayarna Basmin mengatakan, program Keluarga Berencana merupakan salah satu program pemerintah yang dirancang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk.
Baca Juga: Kepesertaan Keluarga Berencana di Pangandaran Mencapai 61.703 Akseptor
"Pemerintah gencar melaksanakan Program KB agar keluarga sebagai unit terkecil kehidupan bangsa diharapkan menerima Norma Keluarga Kecil Bahagia dan sejahtera (NKKBS) yang berorientasi pada pertumbuhan yang seimbang. Perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi," ujar istri Bupati Luwu ini.
Menurutnya, program KB ini sangat didukung oleh TP PKK Kabupaten Luwu karena sangat berkaitan dengan program peningkatan kesejahteraan Keluarga.
"Selaku Ketua TP PKK Kabupaten Luwu, saya memberikan apresiasi dan turut mendukung pelaksanaan kegiatan ini yang bertujuan mewujudkan norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk," sambungnya.
Sekretaris Dinas Dalduk dan KB , Sahrun, menguraikan, metode kontrasepsi jangka panjang adalah alat kontasepsi yang berfungsi untuk menunda atau mengendalikan jarak kehamilan dan menghentikan kesuburan. Alat kontrasepsi yang digunakan yakni IUD (spiral), IMPLANT (susuk), Metode Operasi Wanita (Tubektomi) dan Metode Operasi Pria (vasektomi).
Lihat Juga :