Gempar! Wali Kota Malang Minta Pejabat Pantau Bisnis Seks Lewat Medsos
Selasa, 15 Maret 2022 - 16:36 WIB
loading...
A
A
A
"Saya keliling setiap malam bersama ibu. Kami temukan gadis usia 14-16 tahun dijual untuk melayani pria hidung belang di kamar kos, dan sejumlah hotel. Mereka ada yang berasal dari Jawa Barat. Akhirnya kami biayai untuk pulang ke kampungnya," ungkap Sutiaji.
Dia menyebut, tarif gadis-gadis tersebut berkisar antara Rp300 ribu-1,5 juta untuk satu kali layanan. Bahkan, ditemukan gadis yang masih belia dalam sehari melayani empat pria hidung belang di kamar kosnya.
Baca juga: Diterjang Hujan Lebat, Jalan Penghubung 2 Desa di Majalengka Terputus
Melihat kondisi tersebut, Sutiaji meminta pejabat kewilayahan mulai dari camat hingga lurah untuk memantau pergerakan bisnis prostitusi online tersebut melalui aplikasi di medsos. "Agar tidak ada penyalahgunaan, saat memantau para pejabat saya anjurkan bersama para istri," ungkapnya.
Sutiaji menegaskan, fokus pemantauan ini adalah pada penegakan Perda Kota Malang No. 6/2006 tentang pemondokan. Aturan pemondokan tersebut perlu ditegakkan, sehingga tidak sampai disalah gunakan untuk kegiatan prostirusi.
Dia menyebut, tarif gadis-gadis tersebut berkisar antara Rp300 ribu-1,5 juta untuk satu kali layanan. Bahkan, ditemukan gadis yang masih belia dalam sehari melayani empat pria hidung belang di kamar kosnya.
Baca juga: Diterjang Hujan Lebat, Jalan Penghubung 2 Desa di Majalengka Terputus
Melihat kondisi tersebut, Sutiaji meminta pejabat kewilayahan mulai dari camat hingga lurah untuk memantau pergerakan bisnis prostitusi online tersebut melalui aplikasi di medsos. "Agar tidak ada penyalahgunaan, saat memantau para pejabat saya anjurkan bersama para istri," ungkapnya.
Sutiaji menegaskan, fokus pemantauan ini adalah pada penegakan Perda Kota Malang No. 6/2006 tentang pemondokan. Aturan pemondokan tersebut perlu ditegakkan, sehingga tidak sampai disalah gunakan untuk kegiatan prostirusi.
(eyt)
Lihat Juga :