Pertama Kali Sejak Pandemi, Hari Ini Bandara Juanda Berangkatkan Jamaah Umrah
Senin, 14 Maret 2022 - 06:58 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut disampaikan Khofifah, sembari menunggu hasil swab terbit, jamaah akan beristirahat di hotel yang telah ditentukan oleh KKP dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Dimana, sebanyak 27 hotel dengan total kapasitas 1.299 bed telah disiapkan oleh KKP, PHRI dan Dinkes Jatim serta telah disampaikan pula kepada Menkomarves Luhut Pandjaitan.
"Jumlah hotel ini masih bisa bertambah kedepannya disesuaikan kebutuhan. Namun 27 hotel ini sudah terverifikasi dan masih cukup. Namun, antisipasi seiring bertambahnya jumlah penerbangan maskapai, bisa diexercise untuk menjadi 61 hotel. Saat ini hanya 27 yang terverifikasi," urai Khofifah.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jatim, Husnul Maram menyatakan, akan mengikuti seluruh standar operasional yang telah disetujui bersama. Sehingga masyarakat yang melakukan ibadah umrah, bisa berangkat tanpa test PCR tetapi pada proses kepulangan akan tetap dilakukan tes PCR di tujuan akhir masing-masing.
Lalu akan dikarantina sambil menunggu hasil tesnya terbit. "Hanya menunggu tanpa karantina. 1 hari saja. Kalau negatif pulang kalau positif ya isolasi di hotel. Tidak ada tambahan aturan lain," ujarnya
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Jatim Sufyan Arif mengatakan, sebanyak 3.000 hingga 4.000 warga Jatim masuk daftar tunggu ibadah umrah di bulan Maret 2022. Angka itu terus bertambah tiap bulan. "Bulan April karena bulan ramadhan, naik hingga 7.000 orang untuk yang daftar umrah," ungkapnya.
"Jumlah hotel ini masih bisa bertambah kedepannya disesuaikan kebutuhan. Namun 27 hotel ini sudah terverifikasi dan masih cukup. Namun, antisipasi seiring bertambahnya jumlah penerbangan maskapai, bisa diexercise untuk menjadi 61 hotel. Saat ini hanya 27 yang terverifikasi," urai Khofifah.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jatim, Husnul Maram menyatakan, akan mengikuti seluruh standar operasional yang telah disetujui bersama. Sehingga masyarakat yang melakukan ibadah umrah, bisa berangkat tanpa test PCR tetapi pada proses kepulangan akan tetap dilakukan tes PCR di tujuan akhir masing-masing.
Lalu akan dikarantina sambil menunggu hasil tesnya terbit. "Hanya menunggu tanpa karantina. 1 hari saja. Kalau negatif pulang kalau positif ya isolasi di hotel. Tidak ada tambahan aturan lain," ujarnya
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Jatim Sufyan Arif mengatakan, sebanyak 3.000 hingga 4.000 warga Jatim masuk daftar tunggu ibadah umrah di bulan Maret 2022. Angka itu terus bertambah tiap bulan. "Bulan April karena bulan ramadhan, naik hingga 7.000 orang untuk yang daftar umrah," ungkapnya.
(msd)
Lihat Juga :