Pertama Kali Sejak Pandemi, Hari Ini Bandara Juanda Berangkatkan Jamaah Umrah
Senin, 14 Maret 2022 - 06:58 WIB
loading...
Setelah dua tahun dilanda pandemi COVID-19, Bandara Juanda berangkatkan jamaah umrah hari ini dan besok, Selasa (15/3/2022).Foto/dok
A
A
A
SURABAYA - Setelah dua tahun pandemi COVID-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) akan melepas jamaah umrah via Bandara Internasional Juanda Surabaya, Senin-Selasa (14-15/3/202). Seluruh jamaah diberangkatkan dengan maskapai Lion Air dan Garuda Indonesia.
Merespon hal tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mempersiapkan dan memprioritaskan perlindungan jamaah yang telah terdaftar di Penyelenggara Perjalanan Ibadah umrah (PPIU) atau biro perjalanan umrah dari Jatim.
Baca juga: Perjalanan Umrah Lewat Bandara Juanda Segera Dibuka, Khofifah: Spirit Kebangkitan Ekonomi
"Koordinasi dengan para agen pelaksana umrah harus intensif. Karena peminat di Jatim sangat tinggi sekali. Termasuk juga, Dinas Kesehatan bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya terkait kepulangan juga harus intensif," kata Khofifah usai Rapat Koordinasi (Rakor) Pembukaan PPIU dari Bandara Juanda di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (13/3/2022).
Menurut Khofifah, perlindungan ekstra hati-hati harus dilakukan pada jamaah yang masuk dalam kategori lansia serta lansia yang memiliki penyakit bawaan (komorbid). Apalagi, pada dasarnya seperti diketahui bersama pandemi COVID-19 belum bisa disebut selesai, meskipun trennya melandai. "Maka kehati-hatian secara ekstra harus tetap dilakukan dengan menjaga protokol kesehatan," tegasnya.
Khofifah mengatakan, seiring Pemerintah Saudi Arabia yang telah menerbitkan peraturan yang tidak mengharuskan jamaah membawa hasil swab antigen/PCR, pada proses kepulangan jamaah tetap wajib swab di lokasi kedatangan jama'ah umrah.
"Misalnya jika kedatangan akhir di Juanda, nanti akan dilakukan swab di Juanda. Sambil menunggu swab jama'ah menunggu di hotel yang telah di verifikasi KKP, PHRI dan Dinas Kesehatan Jatimi," imbuhnya.
Merespon hal tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mempersiapkan dan memprioritaskan perlindungan jamaah yang telah terdaftar di Penyelenggara Perjalanan Ibadah umrah (PPIU) atau biro perjalanan umrah dari Jatim.
Baca juga: Perjalanan Umrah Lewat Bandara Juanda Segera Dibuka, Khofifah: Spirit Kebangkitan Ekonomi
"Koordinasi dengan para agen pelaksana umrah harus intensif. Karena peminat di Jatim sangat tinggi sekali. Termasuk juga, Dinas Kesehatan bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya terkait kepulangan juga harus intensif," kata Khofifah usai Rapat Koordinasi (Rakor) Pembukaan PPIU dari Bandara Juanda di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (13/3/2022).
Menurut Khofifah, perlindungan ekstra hati-hati harus dilakukan pada jamaah yang masuk dalam kategori lansia serta lansia yang memiliki penyakit bawaan (komorbid). Apalagi, pada dasarnya seperti diketahui bersama pandemi COVID-19 belum bisa disebut selesai, meskipun trennya melandai. "Maka kehati-hatian secara ekstra harus tetap dilakukan dengan menjaga protokol kesehatan," tegasnya.
Khofifah mengatakan, seiring Pemerintah Saudi Arabia yang telah menerbitkan peraturan yang tidak mengharuskan jamaah membawa hasil swab antigen/PCR, pada proses kepulangan jamaah tetap wajib swab di lokasi kedatangan jama'ah umrah.
"Misalnya jika kedatangan akhir di Juanda, nanti akan dilakukan swab di Juanda. Sambil menunggu swab jama'ah menunggu di hotel yang telah di verifikasi KKP, PHRI dan Dinas Kesehatan Jatimi," imbuhnya.
Lihat Juga :