Jusuf Kalla: Tidak Ada Gunanya Mudik Sekarang
Jum'at, 24 April 2020 - 11:30 WIB
loading...
Jusuf Kalla mengungkapkan, mudik untuk saat ini bukan lagi sesuatu yang penting. Foto: SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Mantan Presiden Indonesia, Jusuf Kalla (JK) mengingatkan setiap perantau agar tidak mudik tahun ini. Menurut JK, mudik bukan sesuatu yang penting lagi untuk situasi sekarang ini di tengah pandemi covid-19.
JK yakin, mudik tahun ini akan sia-sia bagi perantau. Sebab, kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tengah diterapkan di beberapa daerah. Selain itu, hampir setiap daerah juga mengharuskan setiap pendatang menjalani karantina.
"Tidak ada gunanya mudik sekarang, mau dilarang atau tidak, karena semua daerah sudah memberikan aturan kalau datang dari kota besar. Jadi buat apa mudik? Keluar dari situ (tempat karantina) balik lagi (ke kota),” ungkap JK saat mengikuti rapat pleno online Dewan Pertimbangan MUI, Rabu (22/4/2020), seperti SINDOnews kutip dari laman MUI.
Diakui JK, tak mudik akan mengurangi potensi penyebaran covid-19. (Baca juga: Gubernur Sulsel Dukung Larangan Mudik dari Presiden )
Menurutnya, kasus covid-19 ini lebih parah dibandingkan dengan kejadian bencana alam sekelas tsunami sekalipun. Menurut Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu, bencana alam separah apapun, biasanya akan ditangani akibatnya, seperti para korban yang berjatuhan. Namun dalam kasus covid-19, bukan hanya akibat yang harus ditangani, namun juga sebab-sebab yang terus muncul.
JK yakin, mudik tahun ini akan sia-sia bagi perantau. Sebab, kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tengah diterapkan di beberapa daerah. Selain itu, hampir setiap daerah juga mengharuskan setiap pendatang menjalani karantina.
"Tidak ada gunanya mudik sekarang, mau dilarang atau tidak, karena semua daerah sudah memberikan aturan kalau datang dari kota besar. Jadi buat apa mudik? Keluar dari situ (tempat karantina) balik lagi (ke kota),” ungkap JK saat mengikuti rapat pleno online Dewan Pertimbangan MUI, Rabu (22/4/2020), seperti SINDOnews kutip dari laman MUI.
Diakui JK, tak mudik akan mengurangi potensi penyebaran covid-19. (Baca juga: Gubernur Sulsel Dukung Larangan Mudik dari Presiden )
Menurutnya, kasus covid-19 ini lebih parah dibandingkan dengan kejadian bencana alam sekelas tsunami sekalipun. Menurut Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu, bencana alam separah apapun, biasanya akan ditangani akibatnya, seperti para korban yang berjatuhan. Namun dalam kasus covid-19, bukan hanya akibat yang harus ditangani, namun juga sebab-sebab yang terus muncul.
Lihat Juga :