Polda Jabar Telusuri Aliran Dana Arisan Bodong Rp21 Miliar di Sumedang dan Bandung
Jum'at, 11 Maret 2022 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau dari akun medsosnya ada ya (pamer hidup mewah), karena itu salah satu modus untuk menarik korban," ungkapnya.
Baca: Emak-emak di Mojokerto Jadi Korban Arisan Fiktif, Ketua DPD Minta Masyarakat Waspada
Adanan juga mengatakan, bahwa para korban mengenal baik tersangka, karena mereka merupakan rekan bisnis klinik dan alat kecantikan yang dikelola oleh MAW di kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
"Korbannya ini adalah teman bisnisnya atau menjadi distributor atau reseler dari terlapor," bebernya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo menambahkan, para korban yang umumnya berasal dari Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung itu sebenarnya sudah merasa curiga, mengingat pembayaran yang dijanjikan tersangka kerap melewati jatuh tempo.
"Akan tetapi, tersangka kerap menenangkan korban dengan janji-janjinya. Sudah lama banyak yang komplain, tapi cuma dikasih janji," jelasnya.
Baca: Arisan Online Fiktif di Salatiga, Tersangka AR Miliki 60 Reseller
Baca: Emak-emak di Mojokerto Jadi Korban Arisan Fiktif, Ketua DPD Minta Masyarakat Waspada
Adanan juga mengatakan, bahwa para korban mengenal baik tersangka, karena mereka merupakan rekan bisnis klinik dan alat kecantikan yang dikelola oleh MAW di kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
"Korbannya ini adalah teman bisnisnya atau menjadi distributor atau reseler dari terlapor," bebernya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo menambahkan, para korban yang umumnya berasal dari Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung itu sebenarnya sudah merasa curiga, mengingat pembayaran yang dijanjikan tersangka kerap melewati jatuh tempo.
"Akan tetapi, tersangka kerap menenangkan korban dengan janji-janjinya. Sudah lama banyak yang komplain, tapi cuma dikasih janji," jelasnya.
Baca: Arisan Online Fiktif di Salatiga, Tersangka AR Miliki 60 Reseller
Lihat Juga :