Kinerja 4 BUMD Makassar Belum Optimal, Wali Kota Akan Evaluasi Direksi
Kamis, 10 Maret 2022 - 18:50 WIB
loading...
Pasar Terong Makassar. Pasar ini masuk dikelola PD Terminal Makassar Metro. Foto: SINDOnews/Maman Sukirman
A
A
A
MAKASSAR - Wali Kota Makassar , Mohammad Ramdhan Pomanto menyoroti kinerja empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Progres empat BUMD ini dianggap belum optimal.
BUMD tersebut yakni Perumda Parkir Makassar Raya, PD Pasar Makassar Raya, PD Terminal Makassar Metro, serta PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Baca juga:Kawasan Kuliner Kanrerong Direvitalisasi, Puluhan Kios Bakal Direlokasi
"Saya sendiri juga sudah sampaikan ke mereka. Kalau tidak ahli di situ, pakai orang ahli dari luar. Kalau tidak bisa susun strategi, pakai orang yang bisa susun strategi. Saya kan kasih kewenangan, ada uangnya. Panggillah orang yang jago-jago," jelas Wali Kota .
Wali Kota memastikan akan melakukan evaluasi kepada seluruh jajaran direksi BUMD saat masa kerja mereka sudah masuk enam bulan.
"Tidak boleh juga langsung dinilai, kan baru 3 bulan, baru setengah jalan. Tunggu 6 bulan, siapa tau mendadak cerdas," pungkasnya.
Menanggapi hal ini, Penjabat (Pj) Direksi Perumda Parkir Makassar , Andi Fadly Ferdiansyah menjelaskan, tahun ini proyeksi pendapatan PD Parkir senilai Rp30 miliar. Dari angka tersebut, proyeksi yang akan disetor ke pemkot sebesar Rp7 miliar.
Baca juga:Dewan Bakal Panggil BKPSDM Soal Pengumuman Laskar Pelangi
Angka ini disebut jauh meningkat tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Fadly mengatakan, pada tahun 2020 lalu, dividen yang disetor ke pemkot sekitar Rp200 juta. Lalu 2019 hanya sekitar Rp443 juta.
Sementara untuk tahun 2021 yang saat ini masih sementara diaudit, proyeksi dividen sebesar Rp1,4 miliar dari total pendapatan sekitar Rp16 miliar.
"Nilai tetapnya akan dirilis setelah konsultasi ke tim audit, intinya sudah tidak lebih rendah dari itu,” ujarnya.
Dia menegaskan, besarnya dividen ini menunjukan bahwa pengembangan Perumda Parkir kembali akan terlihat. Peningkatan itu ditarget bisa terealisasi dengan baik jika kerja sama dengan badan usaha telah jalan. Saat ini pihaknya telah menjajaki kerja sama tersebut.
Baca juga:Wali Kota Makassar Segera Temui Plt Gubernur Bahas Stadion Barombong
“Sudah ada 35 badan usaha di Makassar yang telah kami surati dan responsnya sangat baik. Badan usaha itu seperti mal, rumah sakit, dan usaha niaga," ungkap Fadly.
Tetapi, sebelum merealisasikan kerja sama tersebut, kata dia, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan penguatan dalam sisi sumber daya manusia. Pasalnya, dalam kerja sama tersebut akan menggunakan sistem e-parking atau parkir digital.
BUMD tersebut yakni Perumda Parkir Makassar Raya, PD Pasar Makassar Raya, PD Terminal Makassar Metro, serta PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Baca juga:Kawasan Kuliner Kanrerong Direvitalisasi, Puluhan Kios Bakal Direlokasi
"Saya sendiri juga sudah sampaikan ke mereka. Kalau tidak ahli di situ, pakai orang ahli dari luar. Kalau tidak bisa susun strategi, pakai orang yang bisa susun strategi. Saya kan kasih kewenangan, ada uangnya. Panggillah orang yang jago-jago," jelas Wali Kota .
Wali Kota memastikan akan melakukan evaluasi kepada seluruh jajaran direksi BUMD saat masa kerja mereka sudah masuk enam bulan.
"Tidak boleh juga langsung dinilai, kan baru 3 bulan, baru setengah jalan. Tunggu 6 bulan, siapa tau mendadak cerdas," pungkasnya.
Menanggapi hal ini, Penjabat (Pj) Direksi Perumda Parkir Makassar , Andi Fadly Ferdiansyah menjelaskan, tahun ini proyeksi pendapatan PD Parkir senilai Rp30 miliar. Dari angka tersebut, proyeksi yang akan disetor ke pemkot sebesar Rp7 miliar.
Baca juga:Dewan Bakal Panggil BKPSDM Soal Pengumuman Laskar Pelangi
Angka ini disebut jauh meningkat tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Fadly mengatakan, pada tahun 2020 lalu, dividen yang disetor ke pemkot sekitar Rp200 juta. Lalu 2019 hanya sekitar Rp443 juta.
Sementara untuk tahun 2021 yang saat ini masih sementara diaudit, proyeksi dividen sebesar Rp1,4 miliar dari total pendapatan sekitar Rp16 miliar.
"Nilai tetapnya akan dirilis setelah konsultasi ke tim audit, intinya sudah tidak lebih rendah dari itu,” ujarnya.
Dia menegaskan, besarnya dividen ini menunjukan bahwa pengembangan Perumda Parkir kembali akan terlihat. Peningkatan itu ditarget bisa terealisasi dengan baik jika kerja sama dengan badan usaha telah jalan. Saat ini pihaknya telah menjajaki kerja sama tersebut.
Baca juga:Wali Kota Makassar Segera Temui Plt Gubernur Bahas Stadion Barombong
“Sudah ada 35 badan usaha di Makassar yang telah kami surati dan responsnya sangat baik. Badan usaha itu seperti mal, rumah sakit, dan usaha niaga," ungkap Fadly.
Tetapi, sebelum merealisasikan kerja sama tersebut, kata dia, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan penguatan dalam sisi sumber daya manusia. Pasalnya, dalam kerja sama tersebut akan menggunakan sistem e-parking atau parkir digital.
(luq)
Lihat Juga :