Longsor di Muba 4 Hari Berturut, Robohkan Tangga Raja dan Sejumlah Ternak Ikut Tertimbun
Kamis, 10 Maret 2022 - 11:46 WIB
loading...
Bencana tanah longsor terjadi empat hari berturut di Dusun 1 Desa Keban I Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Akibat kejadian tersebut, bangunan Tangga Raja hanyut. Foto SINDOnews
A
A
A
MUBA - Bencana tanah longsor terjadi empat hari berturut di Dusun 1 Desa Keban I Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Akibat kejadian tersebut, bangunan Tangga Raja yang menjadi akses bagi warga untuk mandi dan mencuci di sungai, hanyut. Selain itu beberapa hewan ternak warga juga ikut tertimbun material longsor.
Ketua RT 1 Desa Keban I Kecamatan Sanga Desa, Priyandi (39) mengatakan, peristiwa longsor terjadi persis di depan rumahnya. Tanah longsor pertama kali terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu (6/3/2022). Kemudian keesokan harinya, lanjut Priyandi, terjadi longsor susulan selama empat hari berturut-turut hingga puncaknya membuat akses jalan di depan rumahnya terputus. Baca juga:
Aksi Nyata BUMN Peduli, Taspen Bantu Korban Gempa dan Longsor Pasaman
“Awalnya beberapa hari lalu hanya sedikit yang longsor , selang beberapa jam terjadi longsor susulan sampai Tangga Raja yang ada di sana ambles ke bawah. Besoknya terjadi lagi longsor susulan di siang hari. Sejumlah hewan ternak yang terseret longsor diantaranya 2 ekor Kambing, 1 ekor Sapi, serta 6 ekor Ayam. Terakhir, puncaknya terjadi semalam mulai pukul 00.00-02.00 WIB," ujar Priyandi, Kamis (10/3/2022).
Menurutnya, longsor diawali pohon patah yang diakibatkan oleh kabel listrik yang mengencang, kemudian disusul suara gemuruh tanah dan aspal jalan yang ambles. "Saat mendengar suara itu, saya langsung keluar rumah, lihat tiang listrik sudah ada yang roboh. Kemudian saya langsung mematikan meteran listrik di rumah dan membangunkan keluarga saya. Barulah beberapa saat kemudian terjadi longsor besar," ungkapnya.
Dijelaskan Priyandi, peristiwa longsor tersebut membuat banyak warga lainnya trauma serta waswas. Bagaimana tidak, saat ini retakan tanah akibat longsor tersebut hanya berjarak kurang lebih setengah meter dari rumahnya.
"Saya dan keluarga sangat was-was, takut sewaktu-waktu saat tidur rumah kami hanyut ke dalam sungai. Bisa dilihat sendiri saat retakan tanah hanya sekitar setengah meter lagi dari depan rumah saya. Selain saya, beberapa kediaman warga lainnya kini dalam kondisi sangat rawan," katanya.
Ketua RT 1 Desa Keban I Kecamatan Sanga Desa, Priyandi (39) mengatakan, peristiwa longsor terjadi persis di depan rumahnya. Tanah longsor pertama kali terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu (6/3/2022). Kemudian keesokan harinya, lanjut Priyandi, terjadi longsor susulan selama empat hari berturut-turut hingga puncaknya membuat akses jalan di depan rumahnya terputus. Baca juga:
Aksi Nyata BUMN Peduli, Taspen Bantu Korban Gempa dan Longsor Pasaman
“Awalnya beberapa hari lalu hanya sedikit yang longsor , selang beberapa jam terjadi longsor susulan sampai Tangga Raja yang ada di sana ambles ke bawah. Besoknya terjadi lagi longsor susulan di siang hari. Sejumlah hewan ternak yang terseret longsor diantaranya 2 ekor Kambing, 1 ekor Sapi, serta 6 ekor Ayam. Terakhir, puncaknya terjadi semalam mulai pukul 00.00-02.00 WIB," ujar Priyandi, Kamis (10/3/2022).
Menurutnya, longsor diawali pohon patah yang diakibatkan oleh kabel listrik yang mengencang, kemudian disusul suara gemuruh tanah dan aspal jalan yang ambles. "Saat mendengar suara itu, saya langsung keluar rumah, lihat tiang listrik sudah ada yang roboh. Kemudian saya langsung mematikan meteran listrik di rumah dan membangunkan keluarga saya. Barulah beberapa saat kemudian terjadi longsor besar," ungkapnya.
Dijelaskan Priyandi, peristiwa longsor tersebut membuat banyak warga lainnya trauma serta waswas. Bagaimana tidak, saat ini retakan tanah akibat longsor tersebut hanya berjarak kurang lebih setengah meter dari rumahnya.
"Saya dan keluarga sangat was-was, takut sewaktu-waktu saat tidur rumah kami hanyut ke dalam sungai. Bisa dilihat sendiri saat retakan tanah hanya sekitar setengah meter lagi dari depan rumah saya. Selain saya, beberapa kediaman warga lainnya kini dalam kondisi sangat rawan," katanya.
Lihat Juga :