175 Tenaga Kesehatan di Jawa Timur Positif Terinfeksi COVID-19
Selasa, 16 Juni 2020 - 00:20 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 juga menunjukkan, angka kematian pasien COVID-19 di Jatim mencapai 638 orang. Jumlah itu melampau DKI Jakarta yang sebanyak 580 orang.
“COVID-19 ini tidak main-main. Masih banyak yang tidak percaya penyakit ini ada. Memang tidak bisa kita lihat secara langsung, tapi efek yang ditimbulkan jelas terlihat. Bila tak paham ada yang positif kemudian dekat dengan orang itu, maka hampir dipastikan tertular,” kata Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi.
Di Jatim, pada Senin (15/6/2020), ada penambahan sebanyak 292 kasus positif COVID- 19. Sehingga total kasus positif COVID- 19 di Jatim sebanyak 8.072 orang.
Dari jumlah penambahan itu, terbanyak dari Kota Surabaya 105 kasus. Diikuti 41 kasus dari Tulungagung, 38 dari Gresik, 29 kasus dari Kabupaten Pasuruan, 27 kasus dari Sidoarjo, 12 kasus dari Jombang, 11 kasus dari Bangkalan, 9 kasus dari Kabupaten Mojokerto.
Kemudian 7 kasus dari Bojonegoro, 3 kasus dari Jember, 3 dari Lamongan, 2 dari Kota Malang, 1 dari Lumajang, 1 dari Kabupaten Madiun, 1 dari Pacitan, 1 dari Pamekasan, dan 1 dari Kota Pasuruan.
“COVID-19 ini tidak main-main. Masih banyak yang tidak percaya penyakit ini ada. Memang tidak bisa kita lihat secara langsung, tapi efek yang ditimbulkan jelas terlihat. Bila tak paham ada yang positif kemudian dekat dengan orang itu, maka hampir dipastikan tertular,” kata Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi.
Di Jatim, pada Senin (15/6/2020), ada penambahan sebanyak 292 kasus positif COVID- 19. Sehingga total kasus positif COVID- 19 di Jatim sebanyak 8.072 orang.
Dari jumlah penambahan itu, terbanyak dari Kota Surabaya 105 kasus. Diikuti 41 kasus dari Tulungagung, 38 dari Gresik, 29 kasus dari Kabupaten Pasuruan, 27 kasus dari Sidoarjo, 12 kasus dari Jombang, 11 kasus dari Bangkalan, 9 kasus dari Kabupaten Mojokerto.
Kemudian 7 kasus dari Bojonegoro, 3 kasus dari Jember, 3 dari Lamongan, 2 dari Kota Malang, 1 dari Lumajang, 1 dari Kabupaten Madiun, 1 dari Pacitan, 1 dari Pamekasan, dan 1 dari Kota Pasuruan.
(nun)
Lihat Juga :