Pulang Kampung, Pemuda Klaten Isolasi Mandiri di Pinggir Kali
Jum'at, 24 April 2020 - 10:56 WIB
loading...
Seorang perantau asal Kabupaten Klaten memilih melakukan isolasi mandiri di pinggir kali lantaran berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona. FOTO/CAPTURE/INSTAGRAM @ganjar_pranowo
A
A
A
KLATEN - Seorang perantau asal Kabupaten Klaten memilih melakukan isolasi mandiri di pinggir kali lantaran berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona. Dia pulang lebih awal dari bekerja di Pekanbaru, Riau lantaran takut tidak ada transportasi menjelang Lebaran nanti.
Hal ini diketahui dari video yang diunggah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di akun Instagramnya, Jumat (24/4/2020). "Ini di Klaten. Mengisolasi diri sekalian bersih2 area pinggir sungai. Top ya?," tulis Ganjar dalam caption video yang diunggah.
Dalam video itu tidak disebutkan secara pasti siapa pemuda itu dan lokasi persisnya kejadian ini. Namun pemuda itu disebutkan tidak langsung pulang ke rumah karena takut membawa virus corona. Karena itu, dia berinisiatif membuat kemah di pinggir sungai. Dia akan berada di tempat itu selama 14 hari sampai dinyatakan sehat, baru pulang ke rumah.
"Berdasarkan itu (status ODP), berarti kan tetangga pada takut. Daripada tetangga suudzon sama saya, saya telepon adik minta carikan APD dan kemah, taruh di pinggir sungai," kata pemuda
Mengapa memilih di pinggir sungai? Pemuda itu mengaku lebih nyaman dan mengingatkannya pada waktu kecil dulu. Di tempat itu juga dia bisa beraktivitas mencuci baju, membersihkan sungai dari sampah, dan lain-lain.
Hal ini diketahui dari video yang diunggah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di akun Instagramnya, Jumat (24/4/2020). "Ini di Klaten. Mengisolasi diri sekalian bersih2 area pinggir sungai. Top ya?," tulis Ganjar dalam caption video yang diunggah.
Dalam video itu tidak disebutkan secara pasti siapa pemuda itu dan lokasi persisnya kejadian ini. Namun pemuda itu disebutkan tidak langsung pulang ke rumah karena takut membawa virus corona. Karena itu, dia berinisiatif membuat kemah di pinggir sungai. Dia akan berada di tempat itu selama 14 hari sampai dinyatakan sehat, baru pulang ke rumah.
"Berdasarkan itu (status ODP), berarti kan tetangga pada takut. Daripada tetangga suudzon sama saya, saya telepon adik minta carikan APD dan kemah, taruh di pinggir sungai," kata pemuda
Mengapa memilih di pinggir sungai? Pemuda itu mengaku lebih nyaman dan mengingatkannya pada waktu kecil dulu. Di tempat itu juga dia bisa beraktivitas mencuci baju, membersihkan sungai dari sampah, dan lain-lain.
Lihat Juga :