alexametrics

Jalan Trans Sulawesi di Majene tergerus ombak

loading...
Jalan Trans Sulawesi di Majene tergerus ombak
Ilustrasi (andiindra/koransindo)
A+ A-
Sindonews.com - Gelombang laut yang mencapai ketinggian hingga empat meter menggerus jalan trans Sulawesi yang ada di Kabupaten Majene.

Beberapa titik jalan di sepanjang jalan trans Sulawesi di wilayah Majene berbatasan langsung dengan pantai yang kini ombaknya sedang meninggi.

Sejumlahn titik tersebut diantarantya jalan trans diwilayah Kecamatan Pamboang, Sendana, Tammeroddo Sendana, Tubo sendana, Ulumanda, hingga Kecamatan Malunda.



Tingginya gelombang dan ombak keras bahkan merembet naik di jalan, sehingga membuat pengguna jalan nyaris tidak bisa melintas.

“Tinggi sekali ini ombak. Kita hampir tidak bisa lewat karena sudah naik ke jalanan,” ujar Darwis, kepada SINDO, salah satu pengguna jalan yang sempat tertahan menunggu ombak menyusut, Jumat (11/1/2013) sore.

Menurut dia, kondisi tersebut sangat berbahaya. Bahkan bisa berdampak putusnya jalanan karena terkikis ombak keras. Jika sudah putus, sudah pasti jalan trans akan putus total.

“Tidak ada akses lain selain ini dengan akses jalan leweat kabupaten Mamasa. Jadi, dampaknya tidak hanya akses jalan, tapi perekonomian juga ikut terhambat,” tandas Darwis.

Melihat kondisi itu, pemerintah seharusnya mengalmbil langkah cepat. Bahkan, sejak dulu kondisi seperti ini harus diantisipasi. Jangan sampai sudah terjadi atau sudah ambruk baru melakukan tindakan.

Namun, ia juga berharap agar kondisi cuaca yang saat ini hingga mengakibatkan angin kencang dan tingginya gelombang bisa cepat berubah.

Sementara itu, Kepala BPBD Majene, Mansyur T mengaku bahwa jalanan di Majene memang banyak yang bersingguangan langsung dengan laut.

Karena itu, dengan kondisi cuaca saat ini yang disertai gelombang tinggi, ia mengimbau kepada pengguna jalan yang melintas di Majene untuk tetap waspada.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak