Pintu Umrah Dibuka, Puluhan Jamaah Asal Jabar Mulai Terbang ke Arab Saudi
Senin, 07 Maret 2022 - 13:08 WIB
loading...
A
A
A
"Kita sudah berencana, sekarang pasrah saja sama Allah. Memang sebelum-sebelumnya kan pemerintah ada penundaan pemberangkatan umrah, semoga kali ini dan seterusnya lancar," katanya.
Farida juga memang berharap tidak menjalani karantina baik di Tanah Suci maupun saat kembali ke Tanah Air. Namun, dia siap menjalani karantina dengan serius jika memang diwajibkan pemerintah.
Sementara itu, Direktur Utama Mabruk Tour Yadi Supriyadi mengatakan, dalam kelompok bimbingan umrahnya kali ini, terdapat 83 jamaah yang diberangkatkan ke Tanah Suci. Kini, mereka menjalani tahapan manasik umrah.
"Dari Bandung kami berangkat 20 Maret, dari Jakarta 21 Maret setelah PCR. Umrah di tengah pandemi ini perlu ekstra melayani yang mana ada karantina dan PCR yang sudah dikoordinasikan," katanya.
Tidak hanya dari Bandung dan Jabar, pihaknya pun bahkan membawa jamaah dari luar Jabar seperti Jawa Tengah hingga Sulawesi Selatan. Rangkaian ibadah umrah rencananya dilakukan selama 9 hari plus 3 hati karantina di Tanah Suci dan 3 hari di Tanah Air.
Selain mempersiapkan persyaratan umum seperti pasport dan dokumen lainnya, berbagai persyaratan utama di masa pandemi telah ditempuh para jamaah ini, mulai dari wajib vaksin minimal dua kali, tes PCR, termasuk vaksin booster setelah minimal 6 bulan dari vaksin sebelumnya.
Farida juga memang berharap tidak menjalani karantina baik di Tanah Suci maupun saat kembali ke Tanah Air. Namun, dia siap menjalani karantina dengan serius jika memang diwajibkan pemerintah.
Sementara itu, Direktur Utama Mabruk Tour Yadi Supriyadi mengatakan, dalam kelompok bimbingan umrahnya kali ini, terdapat 83 jamaah yang diberangkatkan ke Tanah Suci. Kini, mereka menjalani tahapan manasik umrah.
"Dari Bandung kami berangkat 20 Maret, dari Jakarta 21 Maret setelah PCR. Umrah di tengah pandemi ini perlu ekstra melayani yang mana ada karantina dan PCR yang sudah dikoordinasikan," katanya.
Tidak hanya dari Bandung dan Jabar, pihaknya pun bahkan membawa jamaah dari luar Jabar seperti Jawa Tengah hingga Sulawesi Selatan. Rangkaian ibadah umrah rencananya dilakukan selama 9 hari plus 3 hati karantina di Tanah Suci dan 3 hari di Tanah Air.
Selain mempersiapkan persyaratan umum seperti pasport dan dokumen lainnya, berbagai persyaratan utama di masa pandemi telah ditempuh para jamaah ini, mulai dari wajib vaksin minimal dua kali, tes PCR, termasuk vaksin booster setelah minimal 6 bulan dari vaksin sebelumnya.
Lihat Juga :