Kisah Sunan Ampel dan Petuah Jawa Moh Limo yang Melegenda
Senin, 07 Maret 2022 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
3. Moh Maling
Maling berarti mencuri, yang mana perbuatan tercela yang merugikan korbannya. Terlebih jika korban adalah orang kurang mampu yang sudah mengumpulkan tabungannya. Mencuri berarti mengambil paksa hak orang lain dan tentunya hukumannya tertuang dalam undang-undang pidana.
Ajaran "moh maling" andaikan diterapkan dan ditindak tegas dalam suatu negara, niscaya negara akan mengalami kemakmuran. Sayangnya, masih banyak yang memilih melakukan tindakan tercela ini demi keuntungan pribadinya.
4. Moh Madat
Madat atau mengisap candu seperti narkotika dan obat terlarang lainnya sejenisnya. Jika orang suka madat membuatnya menjadi pribadi yang malas, terganggu kesehatannya sehingga menyebabkan penyakit dan juga menjadikannya boros, karena kita tahu bahwa barang terlarang tersebut memiliki harga yang mahal.
Oleh karena itu, ajaran "Moh Madat" ini diajarkan Sunan Ampel agar seseorang dapat menghindari perilaku tidak terpuji ini. Tak lain karena merupakan larangan Allah dan tidak ada manfaat yang bisa dirasakan dari Madat.
5. Moh Madon
Berzina dapat menghilangkan status keturunan karena anak hasil perzinaan tersebut tidak mengetahui siapa orang tua sesungguhnya. Terlebih jika dilakukan dengan pekerja seks. Hal ini akan menjadi penularan penyakit kelamin berbahaya seperti HIV Aids. Maka sudah menjadi keharusan agar menjauhi berzina karena dilarang Allah dan merupakan perilaku tercela.
Sunan Ampel dihadiahi tanah di Desa Ampel Surabaya yang kemudian dijadikan pesantren Ampeldenta. Beliau ditugaskan untuk mendidik tentang budi pekerti pada para Adipati dan pejabat keraton Majapahit serta para rakyat biasa turut mengikuti.
Pada tahun 1479, Sunan Ampel mendirikan Mesjid Agung Demak. Dan yang menjadi penerus untuk melanjutkan perjuangan dakwahnya di Kota Demak adalah Raden Zainal Abidin yang dikenal dengan Sunan Demak, dia merupakan putra Sunan Ampel dari istri dewi Karimah.Sehingga Putra Raden Zainal Abidin yang terakhir tercatat menjadi Imam Masjid Agung tersebut yang bernama Raden Zakaria (Pangeran Sotopuro).
Sunan Ampel diperkirakan wafat pada tahun 1481 di Demak dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel, Surabaya. (Sumber: Wikipedia dan berbagai sumber)
Maling berarti mencuri, yang mana perbuatan tercela yang merugikan korbannya. Terlebih jika korban adalah orang kurang mampu yang sudah mengumpulkan tabungannya. Mencuri berarti mengambil paksa hak orang lain dan tentunya hukumannya tertuang dalam undang-undang pidana.
Ajaran "moh maling" andaikan diterapkan dan ditindak tegas dalam suatu negara, niscaya negara akan mengalami kemakmuran. Sayangnya, masih banyak yang memilih melakukan tindakan tercela ini demi keuntungan pribadinya.
4. Moh Madat
Madat atau mengisap candu seperti narkotika dan obat terlarang lainnya sejenisnya. Jika orang suka madat membuatnya menjadi pribadi yang malas, terganggu kesehatannya sehingga menyebabkan penyakit dan juga menjadikannya boros, karena kita tahu bahwa barang terlarang tersebut memiliki harga yang mahal.
Oleh karena itu, ajaran "Moh Madat" ini diajarkan Sunan Ampel agar seseorang dapat menghindari perilaku tidak terpuji ini. Tak lain karena merupakan larangan Allah dan tidak ada manfaat yang bisa dirasakan dari Madat.
5. Moh Madon
Berzina dapat menghilangkan status keturunan karena anak hasil perzinaan tersebut tidak mengetahui siapa orang tua sesungguhnya. Terlebih jika dilakukan dengan pekerja seks. Hal ini akan menjadi penularan penyakit kelamin berbahaya seperti HIV Aids. Maka sudah menjadi keharusan agar menjauhi berzina karena dilarang Allah dan merupakan perilaku tercela.
Sunan Ampel dihadiahi tanah di Desa Ampel Surabaya yang kemudian dijadikan pesantren Ampeldenta. Beliau ditugaskan untuk mendidik tentang budi pekerti pada para Adipati dan pejabat keraton Majapahit serta para rakyat biasa turut mengikuti.
Pada tahun 1479, Sunan Ampel mendirikan Mesjid Agung Demak. Dan yang menjadi penerus untuk melanjutkan perjuangan dakwahnya di Kota Demak adalah Raden Zainal Abidin yang dikenal dengan Sunan Demak, dia merupakan putra Sunan Ampel dari istri dewi Karimah.Sehingga Putra Raden Zainal Abidin yang terakhir tercatat menjadi Imam Masjid Agung tersebut yang bernama Raden Zakaria (Pangeran Sotopuro).
Sunan Ampel diperkirakan wafat pada tahun 1481 di Demak dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel, Surabaya. (Sumber: Wikipedia dan berbagai sumber)
(nic)
Lihat Juga :