Flu Burung Mewabah, Ratusan Unggas Asal Afrika Ditahan Balai Karantina Bandara KNIA
Sabtu, 05 Maret 2022 - 10:58 WIB
loading...
Balai Karantina Pertanian mencegah masuknya ratusan unggas di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara, sejak Senin (28/2/2022). Foto SINDOnews
A
A
A
DELISERDANG - Balai Karantina Pertanian mencegah masuknya ratusan unggas di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara, sejak Senin (28/2/2022). Pencegahan dilakukan karena unggas-unggas itu berasal dari Afrika Selatan, wilayah yang kini sedang dilanda wabah flu burung ganas.
Hal itu dikatakan Kepala Balai Karantina Pertanian Klas II-Medan, Lenny Hartati Harahap , Jumat (4/3/2022). Menurut Lenny, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap unggas-unggas yang diimpor oleh CV. Lestari Alam Semesta itu. Setelah dilakukan analisis resiko terhadap pemeriksaan dokumen, diketahui jika unggas itu berasal dari Afrika Selatan. Baca juga: Awasi Permainan Karantina, Polri Pantau Lewat Aplikasi Monitoring Karantina Presisi
Afrika Selatan, jelasnya, merupakan negara yang sedang dilanda wabah highly pathogenic avian influenza (flu burung ganas). Flu ini merupakan penyakit virus influenza dengan serotype H7 yang utamanya menginfeksi pada hewan unggas yang dapat mengakibatkan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) dan kematian baik pada unggas maupun pada manusia.
"Di Indonesia, highly pathogenic avian influenza merupakan pernyakit yang tergolong dalam hama penyakit hewan karantina (HPHK) golongan 1 berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3238/Kpts/PD.630/9/2009 tentang Penggolongan Jenis-Jenis Hama Penyakit Hewan Karantina, Penggolongan dan Klasifikasi Media Pembawa," terang Lenny.
Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan, kata Lenny, mengacu pada Surat Edaran Kepala Badan Karantina Pertanian tentang Pelarangan Unggas dan Produk Unggas Segar dari Negara Wabah highly pathogenic avian influenza dengan Nomor Surat B-1860/KR.120/K/12/2020 yang diterbitkan pada tanggal 10 Desember 2020.
Dalam surat itu, Kepala Badan Karantina menginstruksikan melakukan tindakan karantina terhadap unggas dan produk unggas segar yang dimasukkan dari negara Afrika Selatan berdasarkan perkembangan informasi dari Immediate Notification OIE pada tanggal 13 November 2020 tentang Kejadian highly pathogenic avian influenza(H7) di Negara Afrika Selatan.
Hal itu dikatakan Kepala Balai Karantina Pertanian Klas II-Medan, Lenny Hartati Harahap , Jumat (4/3/2022). Menurut Lenny, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap unggas-unggas yang diimpor oleh CV. Lestari Alam Semesta itu. Setelah dilakukan analisis resiko terhadap pemeriksaan dokumen, diketahui jika unggas itu berasal dari Afrika Selatan. Baca juga: Awasi Permainan Karantina, Polri Pantau Lewat Aplikasi Monitoring Karantina Presisi
Afrika Selatan, jelasnya, merupakan negara yang sedang dilanda wabah highly pathogenic avian influenza (flu burung ganas). Flu ini merupakan penyakit virus influenza dengan serotype H7 yang utamanya menginfeksi pada hewan unggas yang dapat mengakibatkan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) dan kematian baik pada unggas maupun pada manusia.
"Di Indonesia, highly pathogenic avian influenza merupakan pernyakit yang tergolong dalam hama penyakit hewan karantina (HPHK) golongan 1 berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3238/Kpts/PD.630/9/2009 tentang Penggolongan Jenis-Jenis Hama Penyakit Hewan Karantina, Penggolongan dan Klasifikasi Media Pembawa," terang Lenny.
Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan, kata Lenny, mengacu pada Surat Edaran Kepala Badan Karantina Pertanian tentang Pelarangan Unggas dan Produk Unggas Segar dari Negara Wabah highly pathogenic avian influenza dengan Nomor Surat B-1860/KR.120/K/12/2020 yang diterbitkan pada tanggal 10 Desember 2020.
Dalam surat itu, Kepala Badan Karantina menginstruksikan melakukan tindakan karantina terhadap unggas dan produk unggas segar yang dimasukkan dari negara Afrika Selatan berdasarkan perkembangan informasi dari Immediate Notification OIE pada tanggal 13 November 2020 tentang Kejadian highly pathogenic avian influenza(H7) di Negara Afrika Selatan.
Lihat Juga :