Tokoh Ponpes Meradang dengan Perubahan Kepgub COVID-19 di Pesantren

Senin, 15 Juni 2020 - 15:27 WIB
loading...
Tokoh Ponpes Meradang...
Pimpinan Pondok Pesantren Madaarisul Ulum, Cihideung, Tasikmalaya, Aceng Mubarok menilai perubahan Kepgub soal COVID-19 merupakan bentuk penganiayaan terhadap pondok pesantren. Foto/SINDOnews/Asep Supiandi
A A A
PURWAKARTA - Perubahan Keputusan Gubernur Nomor 443 tentang protokol kesehatan di pondok pesantren (ponpes), membuat tokoh pesantren semakin meradang.

Beberapa pimpinan dan pengasuh ponpes yang tadinya berharap ada angin segar melalui perubahan kepgub tersebut, namun kenyataan justru sebaliknya. (BACA JUGA: Ketua PDIP Jabar Desak Gubernur Cabut Kepgub soal Pencegahan COVID-19 di Pesantren )

Mereka menilai, Keputusan Gubernur (Kepgub) Jawa Barat Nomor 443/Kep.326-Hukkam/2020 tentang Perubahan atas Keputusan Gubernur Nomor 321/Kep,321-Hukkam/2020 tentang Protokol Kesehatan untuk Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Lingkungan Pondok Pesantren, substansinya tetap sama. (BACA JUGA: Jabar Keluarkan Kepgub Atur Protokol Kesehatan di Pondok Pesantren )

Pimpinan Pondok Pesantren Madaarisul Ulum, Cihideung, Tasikmalaya, Aceng Mubarok mengatakan, telah menelaah kepgub perubahan tersebut. Isinya tetap sama seperti keputusan sebelumnya yang sempat mendapat reaksi keras dari pimpinan dan pengasuh ponpes di Jawa Barat. (BACA JUGA: Kepgub Jabar soal Protokol COVID-19 Ponpes Tuai Protes Ustaz dan Kiai )

“Pesantren merupakan pendidikan tertua di Indonesia, bahkan di dunia. Sepanjang sejarah perkembangannya, pesantren tidak pernah membangkang apalagi memberontak terhadap penguasa yang sah, selain memberontak terhadapap penjajah hingga Indonesia merdeka,” kata Aceng kepada SINDOnews, Senin (15/6/2020).

Aceng mengemukakan, pesantren selalu koperatif dan akomodatif dalam menyukseskan pembangunan, walau kadang kharisma kyai ponpes seringkali dimanfaatkan oleh para politisi dan penguasa untuk kepentingan kekuasaannya.

Menurut dia, lahirnya UU Pesantren sedikit mengobati kekecawaan dunia pesantren, walaupun keberpihakan anggaran terhadap pesantren belum juga terwujud.

Namun saat ini, ujar Aceng, justru ada Kepgub yang seolah ingin memenjarakan pesantren dalam segala keterbatasan anggaran.

"Bukankah hal ini merupakan bentuk penganiayaan? Kepgub itu memberatkan pesantren dan tidak ada poin yang menyebutkan tanggung jawab pemerintah dalam mengantisipasi COVID-19 di pesantren. Perlu juga diketahui sebab sebagian besar pesantren di Jabar, pesantren menengah ke bawah,” ujar Aceng yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua PCNU Kota Tasikmalaya.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wakil Ketua DPRD Minta...
Wakil Ketua DPRD Minta Pemprov Jabar Antisipasi Kekeringan Ekstrem
Mendagri Minta Warga...
Mendagri Minta Warga Direlokasi dan Reboisasi Kawasan Rawan Longsor di Cisarua Bandung
Kemendagri Bakal Batalkan...
Kemendagri Bakal Batalkan Surat Edaran Soal Larangan Truk Sumbu 3 Jika Tak Sesuai Hukum
Masyarakat Desak Gubernur...
Masyarakat Desak Gubernur Jabar Atasi Macet Horor di Cileungsi
Banjir Rob Terjang Indramayu,...
Banjir Rob Terjang Indramayu, 1.512 Rumah Warga Terendam
Minta Pemprov Jabar...
Minta Pemprov Jabar Tutup Judol, Kemenko Polkam: Ada 2,6 Juta Pemain
Orang Tua Siswa Datangi...
Orang Tua Siswa Datangi KPAI, Perjuangkan Hak Pendidikan 500 Lebih Siswa SMK IDN Bogor
KPK Hibahkan Tanah dan...
KPK Hibahkan Tanah dan Bangunan Senilai Rp16,39 Miliar ke Pemprov Jabar
Detik-Detik KDM & Tim...
Detik-Detik KDM & Tim Gabungan Temukan Tiga Korban Longsor di Bandung Barat
Rekomendasi
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Spanyol vs Cape Verde:...
Spanyol vs Cape Verde: La Roja di Ambang Pesta Gol
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved