Operasi Keselamatan Lodaya 2022, Polisi di Bogor Bagikan Sabuk Pengaman Anak ke Pemotor

Selasa, 01 Maret 2022 - 21:04 WIB
loading...
Operasi Keselamatan...
Satlantas Polresta Bogor Kota membagikan sabuk pengaman kepada pengendara motor dalam Operasi Keselamatan Lodaya 2022. Foto: MPI/Putra Ramadhani Astyawan
A A A
BOGOR - Satlantas Polresta Bogor Kota membagikan sabuk pengaman kepada pengendara motor dalam Operasi Keselamatan Lodaya 2022. Hal ini merupakan inovasi yang diberikan untuk menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban di jalan raya.

Kasatlantas Polresta Bogor Kota Kompol Galih Apria mengatakan, pemberian sabuk keselamatan ini dilakukan karena melihat banyak pengendara motor yang membawa anak kecil di depan. Kondisi itu dikhawatirkan menimbulkan gangguan berkendara.

"Biasanya masyarakat yang hendak berpergian itu menempatkan anaknya di depan, sehingga memang beberapa kali terjadi gangguan perjalanan, gangguan itu bisa menyebabkan kecelakaan. Bisa dia geser, anak lupa megang kadang, mengantuk dan lainnya," kata Galih kepada wartawan, Selasa (1/3/2022).

Karena itu, pihaknya berinovasi dengan membuat sabuk keselamatan anak untuk dibagikan kepada pengendara motor secara gratis. Dengan begitu, diharapkan dapat membantu pengendara dan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Baca juga: Operasi Keselamatan Jaya 2022 Sasar 7 Pelanggaran, Berikut Sanksinya

"Kami sudah membuat sabuk keselamatan ini lebih dari 400. Jadi selama Operasi Keselamatan ini sampai kita akan bagikan secara selektif di beberapa titik. Hari ini di depan Mako Polresta Bogor Kota, besok akan kita laksanakan di Baranangsang dan berputar ke bagian Polsek-Polsek lainnya," ungkapnya.

Operasi Keselamatan Lodaya 2022, Polisi di Bogor Bagikan Sabuk Pengaman Anak ke Pemotor


Terkait Operasi Keselamatan Lodaya 2022, pihaknya akan melaksanakannya secara humanis dan persuasif. Artinya, tidak mengendepankan penindakan hukum, tetapi lebih bersifat imbauan dan upaya pencegahan.

Baca juga: Operasi Keselamatan Lodaya 2022, Polda Jabar: Personel Jangan Arogan

"Kita bisa berikan teguran seperti beberapa kejadian-kejadian pelanggaran, baik masih ada masyarakat pengguna jalan melawan arah atau berkecepatan tinggi. Kita akan berikan teguran sehingga harapannya berkurangnya pelanggaran, jumlah kecelakaan lalu lintas dan fatalitas korban," jelas Galih.

Tetapi, petugas di lapangan tetap akan memberikan penindakan apabila terlihat pelanggaran secara kasat mata. Seperti tidak menggunakan helm hingga angkutan barang yang over dimension dan over loading (ODOL) maupun pelanggaran yang lainnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Operasi Patuh Bakal...
Operasi Patuh Bakal Digelar Menjelang Nataru
Korlantas Gelar Operasi...
Korlantas Gelar Operasi Patuh mulai 8 Juni, Pelanggaran Pelat Nomor Bakal Jadi Target
Korlantas Polri Resmi...
Korlantas Polri Resmi Operasikan ETLE Drone, Jangkau Titik Rawan Pelanggaran
Rekomendasi
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Infografis
10 Pengusaha Sukses...
10 Pengusaha Sukses yang Memulai Bisnis di Usia 50 Tahun ke Atas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved