Hormati Jasa Besarnya, Flyover Pasupati Resmi Bernama Jalan Prof Mochtar Kusumaatmaja
Selasa, 01 Maret 2022 - 18:28 WIB
loading...
A
A
A
Tidak hanya itu, lanjut Kang Emil, Mochtar Kusumaatmadja juga merupakan sosok penting di balik konsep Wawasan Nusantara, terutama dalam menetapkan batas laut teritorial, batas darat, dan batas landas kontinen Indonesia. "Luas Indonesia meningkat 2,5 kali lipat adalah perjuangan Prof Muchtar Kusumaatmadja, itu poin dari semua poin yang paling penting," tegasnya.
Kang Emil menerangkan, pada zaman Belanda silam, batas laut teritorial perhitungannya hanya tiga mil dari pantai. Akibatnya, jika jarak antar pulau jauh, maka di bagian tengahnya jadi milik internasional. Hal itu pula lah yang membuat kapal asing bebas berlayar di wilayah Nusantara.
"Nah, berkat gagasan dari Ir H Djuanda. Gagasannya dari Ir H Djuanda, tapi yang menerjemahkan ke teknis dan memperjuangkan sampai akhirnya 1982 diakuilah Wawasan Nusantara adalah perjuangan Prof Muchtar Kusumaatmadja," terangnya.
Baca juga: Mubazir! 60 Kapal Bantuan KKP Era Susi Pudjiastuti Senilai Rp42 Miliar Mangkrak di Natuna
Kang Emil menyatakan, demi tercapainya gelar pahlawan nasional untuk Mochtar Kusumaatmadja, pihaknya juga telah menyiapkan berbagai dokumen pendukung pengajuan pahlawan nasional kepada pemerintah pusat. "Kita doakan Agustus biasanya akan diumumkan, pengajuan ini bisa diloloskan. Saya kira itu aspirasi dan harapan," harap Kang Emil.
Disinggung penyematan nama Prof Mochtar Kusumaatmadja di Flyover Pasupati, Kang Emil menjelaskan bahwa filosofi flyover yang membentang dari barat ke timur dan membelah utara dan selatan tepat di Jalan Ir H Djuanda itu menjadi sumbu perjuangan Wawasan Nusantara.
"Jadi sangat pas kalau dua pejuang ini jalannya bersilangan karena berarti kan pernah dia pahlawan ini berdiskusi dan menggagas pada peristiwa di masa lalu, itu imajinasi saya, sehingga sangat pas lokasinya di sini," jelas Kang Emil.
Kang Emil menerangkan, pada zaman Belanda silam, batas laut teritorial perhitungannya hanya tiga mil dari pantai. Akibatnya, jika jarak antar pulau jauh, maka di bagian tengahnya jadi milik internasional. Hal itu pula lah yang membuat kapal asing bebas berlayar di wilayah Nusantara.
"Nah, berkat gagasan dari Ir H Djuanda. Gagasannya dari Ir H Djuanda, tapi yang menerjemahkan ke teknis dan memperjuangkan sampai akhirnya 1982 diakuilah Wawasan Nusantara adalah perjuangan Prof Muchtar Kusumaatmadja," terangnya.
Baca juga: Mubazir! 60 Kapal Bantuan KKP Era Susi Pudjiastuti Senilai Rp42 Miliar Mangkrak di Natuna
Kang Emil menyatakan, demi tercapainya gelar pahlawan nasional untuk Mochtar Kusumaatmadja, pihaknya juga telah menyiapkan berbagai dokumen pendukung pengajuan pahlawan nasional kepada pemerintah pusat. "Kita doakan Agustus biasanya akan diumumkan, pengajuan ini bisa diloloskan. Saya kira itu aspirasi dan harapan," harap Kang Emil.
Disinggung penyematan nama Prof Mochtar Kusumaatmadja di Flyover Pasupati, Kang Emil menjelaskan bahwa filosofi flyover yang membentang dari barat ke timur dan membelah utara dan selatan tepat di Jalan Ir H Djuanda itu menjadi sumbu perjuangan Wawasan Nusantara.
"Jadi sangat pas kalau dua pejuang ini jalannya bersilangan karena berarti kan pernah dia pahlawan ini berdiskusi dan menggagas pada peristiwa di masa lalu, itu imajinasi saya, sehingga sangat pas lokasinya di sini," jelas Kang Emil.
Lihat Juga :