Belum 1 Tahun Dibangun Jembatan Kali Meyof Roboh, 5 Distrik di Teluk Bintuni Terisolir
Senin, 28 Februari 2022 - 01:36 WIB
loading...
Jembatan Kali Meyof, yang menjadi penghubung menuju lima distrik di Kabupaten Teluk Bintuni, roboh diterjang banjir bandang, Jumat (25/2/2022). Foto/iNews TV/Rahman
A
A
A
TELUK BINTUNI - Robohnya jembatan Kali Meyof di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, pada Jumat (25/2/2022), mengakibatkan masyarakat di lima distrik terisolir. Kelima distrik itu antara lain, Masyeta, Merdey, Biscoop, Moskona Timur, dan Moskona Utara.
Baca juga: Mencekam! Sungai Deli Meluap, Air Setinggi 2 Meter Merendam Ratusan Rumah di Kota Medan
Jembatan Kali Meyof ini, adalah proyek pembangunan yang berasal dari Pemprov Papua Barat, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dibangun dengan menggunakan anggaran otonomi khusus (Otsus) tahun anggaran 2021.
Kepala Distrik Masyeta, Titus Ogoney berharap, Pemprov Papua Barat segera memeriksa kondisi jembatan yang roboh tersebut, dan segera memperbaikinya agar masyarakat memiliki akses menuju wilayah lain.
Baca juga: Kabar Duka Datang dari Pekanbaru, Mantan Wali Kota Herman Abdullah Wafat
"Kami juga meminta kontraktor pembangunan jembatan ini bertanggungjawab, karena jembatan itu merupakan bangunan baru yang menggunakan uang rakyat. Jangan sampai hal ini merugikan masyarakat," tegasnya.
Baca juga: Jadi Putra Mahkota Kasunanan Surakarta, KGPH Purbaya Masih Berstatus Mahasiswa FH Undip
Dia juga berharap, setiap proses pembangunan di daerah, juga dilakukan proses pengawasan yang ketat dalam pelaksanaannya di lapangan, sehingga persoalan robohnya jembatan Kali Meyof ini tidak terulang kembali.
Baca juga: Mencekam! Sungai Deli Meluap, Air Setinggi 2 Meter Merendam Ratusan Rumah di Kota Medan
Jembatan Kali Meyof ini, adalah proyek pembangunan yang berasal dari Pemprov Papua Barat, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dibangun dengan menggunakan anggaran otonomi khusus (Otsus) tahun anggaran 2021.
Kepala Distrik Masyeta, Titus Ogoney berharap, Pemprov Papua Barat segera memeriksa kondisi jembatan yang roboh tersebut, dan segera memperbaikinya agar masyarakat memiliki akses menuju wilayah lain.
Baca juga: Kabar Duka Datang dari Pekanbaru, Mantan Wali Kota Herman Abdullah Wafat
"Kami juga meminta kontraktor pembangunan jembatan ini bertanggungjawab, karena jembatan itu merupakan bangunan baru yang menggunakan uang rakyat. Jangan sampai hal ini merugikan masyarakat," tegasnya.
Baca juga: Jadi Putra Mahkota Kasunanan Surakarta, KGPH Purbaya Masih Berstatus Mahasiswa FH Undip
Dia juga berharap, setiap proses pembangunan di daerah, juga dilakukan proses pengawasan yang ketat dalam pelaksanaannya di lapangan, sehingga persoalan robohnya jembatan Kali Meyof ini tidak terulang kembali.
(eyt)
Lihat Juga :