PSEL adalah Solusi yang Tepat Bagi Masalah Sampah Indonesia

Sabtu, 26 Februari 2022 - 15:39 WIB
loading...
PSEL adalah Solusi yang...
Proyek fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Kota Tangerang kini memasuki babak baru. (Ist)
A A A
TANGERANG - Proyek fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Kota Tangerang kini memasuki babak baru.

Belum lama ini Pemerintah Kota Tangerang (Pemkot Tangerang) menggelar sosialisasi publik terbuka untuk menjaring masukan-masukan lintas pemangku kepentingan yang mencakup Pemerintah Pusat (Kemenkomarvest, Kemendagri, Kemenkeu, KemenPUPR, KemenLHK), Provinsi Banten, Kepala OPD Kota Tangerang, para Akademisi, Tenaga ahli, Penggiat Lingkungan, hingga Tokoh Masyarakat Kota Tangerang secara daring.

Kegiatan sosialisasi ini dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah dan dihadiri hampir 300 peserta yang membuktikan antusiasme publik terhadap rencana pembangunan fasilitas PSEL di Kota Tangerang. Menurut Wali Kota, implementasi PSEL di Kota Tangerang adalah sebagai salah satu terobosan pengelolaan sampah perkotaan.

"Ini menjadi upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan di Kota Tangerang, mengurangi timbunan sampah di TPA Rawa Kucing serta mendapatkan nilai tambah berupa energi listrik" tutur Arief.

Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Novrizal Tahar mengapresiasi langkah Pemkot Tangerang, dan seluruh masyarakat yang mendukung sosialisasi PSEL.

Baginya, selain upaya promotif yakni perubahan perilaku masyarakat dalam konsumsi dan aktivitas sosial ekonomi lainnya, solusi penanggulangan sampah tidak bisa lagi diselesaikan dengan pendekatan konvensional.
Banyak kendala seperti keterbatasan lahan, dan peningkatan volume sampah tidak dapat ditunjang dengan hanya menumpuk sampah di lahan terbuka (TPA).

"Kita perlu membangun industrialisasi pengelolaan sampah dengan teknologi modern, serta dikelola dengan profesional. Tentunya, dengan teknologi nya tepat, dan struktur kelembagaannya juga harus baik”, jelas Novrizal.

Tambahnya, kedaruratan sampah di kota-kota yang tercakup dalam Perpres 35 tahun 2018 diibarat penyakit kronis, bahkan masuk dalam keparahan stadium 4-5. Jadi tidak cukup hanya perubahan perilaku atau aktivitas promotif.

Sudah perlu adanya intervensi seperti penggunaan ragam teknologi pada fasilitas-fasilitas PSEL, termasuk di Kota Tangerang untuk mempercepat penyelesaian permasalahan ini.

Kabar baiknya, bila ke-12 kota yang dicakup mampu mengoperasikan PSEL dengan total olahan sebanyak 18.000 ton/hari, maka dalam satu tahun Indonesia dapat berkontribusi menurunkan sebanyak 4,3 Juta ton emisi CO2 bagi dunia.

Para akademisi dan tenaga ahli yang diundang menyepakati bahwa peran PSEL merupakan sarana vital yang akan melengkapi kegiatan-kegiatan pengurangan, pemanfaatan kembali, dan daur ulang sampah yang saat ini sudah dilaksanakan di TPS3R, yang mana materi yang tidak dapat diolah di TPS3R akan dikirim ke PSEL untuk didayagunakan untuk pembangkitan listrik.

Pandji Prawisudha, DR.Eng., Pakar Konversi Energi dari Institut Teknologi Bandung menyatakan bahwa integrasi beberapa teknologi pada rencana pengembangan fasilitas PSEL Kota Tangerang yakni fasilitas pemilahan, produksi biogas, dan pembakaran RDF berpotensi membentuk rantai pasok sirkuler yang akan saling menguatkan penyelesaian masalah persampahan.

"Apakah PSEL Kota Tangerang ini cocok atau tidak, saya berani bilang bahwa PSEL adalah solusi yang cocok untuk Indonesia, dan harapannya PSEL yang akan dibangun di Kota Tangerang akan mengurangi tumpukan sampah di TPA Rawa Kucing yang selama ini tidak dimanfaatkan", jelas Alumnus Tokyo Institute of Technology, Jepang ini.

Tambahnya, bila proses pemilahan itu terjadi dengan baik sehingga kualitas sampah yang baik dapat dipasok ke PSEL, maka proses pengolahan sampah dapat berlangsung secara maksimal.

Tukidi, Masyarakat Penggiat Lingkungan dari Komunitas Bank Sampah Gawe Rukun Kunciran Indah sebagai bagian dari masyarakat Kota Tangerang menyatakan dukungan atas program pemerintah untuk mengolah sampah pada fasilitas PSEL.

Hal ini mengingat jumlah sampah yang tiba di Rawa Kucing sudah sangat mengkhawatirkan karena sudah lebih dari 1.500 ton per hari dimana kalau tidak diolah, hanya menunggu waktu TPA Rawa Kucing akan lumpuh.

“Tidak ada jalan lain kecuali diolah dengan teknologi, pelaksanaan lebih cepat lebih baik, tidak ada kata lain selain setuju dengan program tersebut”, jelas Tukidi.

Cynthia Hendrayani, Presiden Direktur Oligo Infrastruktur Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian/Lembanga di tingkat pemerintah pusat serta jajaran Pemkot Tangerang yang sukses menggelar sosialisasi publik. Aktivitas diskusi ini terbukti mendapat sambutan yang positif dari para pemangku kepentingan.

Hasil jajak pendapat yang dilakukan selama sosialisasi berlangsung menunjukkan bahwa 93% peserta yang hadir menyatakan mendukung pembangunan PSEL Kota Tangerang, sementara 7% peserta lainnya menyatakan posisi netral, tidak ada peserta yang tidak mendukung PSEL Kota Tangerang.

Bahkan anggota DPRD, Warta Supriyatna, kembali mempertegas dukungan dewan terhadap kegiatan ini. Baca: Temuan dan Rekomendasi Komnas HAM di Wadas, Ini Langkah Polda Jateng.

Tentunya dukungan publik yang kuat ini sangat menggembirakan, dan membawa harapan untuk kelancaran proses pengembangan infrastruktur fisik PSEL yang akan diawali dengan proses penandatangan perjanjian kerjasama Pemkot Tangerang dan Oligo secepatnya.

“Atas kegiatan sosialisasi yang telah berlangsung, kami telah menerima masukan-masukan, aspirasi dan harapan yang disampaikan oleh para pemangku kepentingan. Secara khusus, Oligo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tangerang yang telah sukses mengantar kerjasama ke tahap ini”, tutup Cynthia.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
Ketua MKI Jateng Dukung...
Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
Atasi Persoalan Sampah,...
Atasi Persoalan Sampah, Pembangunan PSEL di Makassar Harus Segera Terealisasi
Komitmen Pengelolaan...
Komitmen Pengelolaan Lingkungan, PGN Kelola Sampah Plastik
Gerakan Pilah Sampah,...
Gerakan Pilah Sampah, Program PHINLA Edukasi 10.000 Warga di Momentum Hari Bumi
Pengamat: Kemasan Guna...
Pengamat: Kemasan Guna Ulang Bisa Jadi Alternatif Solusi Kenaikan Harga Plastik
Wujudkan Lingkungan...
Wujudkan Lingkungan Bersih, MUF Hadirkan Program Bank Sampah di Rorotan
Menteri LH Jumhur Tegaskan...
Menteri LH Jumhur Tegaskan Komitmen Atasi Pengelolaan Sampah
Ironi Sampah di Jantung...
Ironi Sampah di Jantung Jakarta
Rekomendasi
Wamenkes Dante Ingatkan...
Wamenkes Dante Ingatkan Ancaman Aging Population, Lansia Indonesia Capai 12 Persen
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Berita Terkini
Raih Penghargaan Garda...
Raih Penghargaan Garda Kemanusiaan Aceh, Safrizal: Penanganan Bencana Kerja Kolaboratif
Malam Ini, Lampu Jalan...
Malam Ini, Lampu Jalan Protokol Jakarta hingga Monas Bakal Dipadamkan Sejam
Bawa Molotov saat Demo...
Bawa Molotov saat Demo Mahasiswa, Satu Pengunjuk Rasa Jadi Tersangka
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Gudang di Pluit Karang...
Gudang di Pluit Karang Karya Barat Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan
Warga Jakarta Bisa Liburan...
Warga Jakarta Bisa Liburan Gratis ke Ancol Akhir Juni, Kuota Terbatas!
Infografis
5 Artis Indonesia Punya...
5 Artis Indonesia Punya Gelar S3, Ada yang Sukses Menjadi Dosen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved