Kunjungi Bone, Andi Akmal Pasluddin Sampaikan Potensi Ekspor
Selasa, 22 Februari 2022 - 23:30 WIB
loading...
Anggota DPR RI asal Sulawesi Selatan II, Andi Akmal Pasluddin menyampaikan potensi ekspor jahe saat melakukan reses di Kabupaten Bone. Foto: Istimewa
A
A
A
BONE - Anggota DPR RI asal Sulawesi Selatan II, Andi Akmal Pasluddin menyampaikan potensi ekspor jahe saat melakukan reses di Kabupaten Bone.
Akmal mengatakan, Jahe pada tahun 2020, masuk kategori komoditas rempah yang diminati dunia. Jahe merupakan rempah-rempah 10 besar terlaris di tahun itu, yang ditunjukkan masuk pada 10 besar produk rempah dengan nilai ekspor tertinggi.
Baca Juga: PTPN VIII Gebrak Ekspor Teh Celup 36 Ribu Dolar AS ke Kanada
“Data Kementerian Perdagangan yang dipublikasikan pada tahun 2021, gambaran nilai ekspor Jahe tahun 2020 menunjukkan angka sebesar US$ 1,35 miliar. Indonesia dengan kondisi alamnya, sangat mumpuni untuk menghasilkan komoditas ini. Saya mendorong pada para petani jahe , untuk masuk wilayah ekspor dengan konsekuensi, kualitas produk yang dihasilkan harus memenuhi standar internasional,” kata Andi Akmal Pasluddin, Selasa (22/2/2022).
Politisi PKS ini menambahkan, di tahun 2021, tren permintaan jahe dari Luar negeri masih tetap tinggi. Awal Januari tahun lalu, banyak dari negara tetangga, seperti Malaysia atau Singapura, membutuhkan jahe . Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dapat memfasilitasi ekspor ini terutama dari Badan Karantina.
Akmal mengatakan, Jahe pada tahun 2020, masuk kategori komoditas rempah yang diminati dunia. Jahe merupakan rempah-rempah 10 besar terlaris di tahun itu, yang ditunjukkan masuk pada 10 besar produk rempah dengan nilai ekspor tertinggi.
Baca Juga: PTPN VIII Gebrak Ekspor Teh Celup 36 Ribu Dolar AS ke Kanada
“Data Kementerian Perdagangan yang dipublikasikan pada tahun 2021, gambaran nilai ekspor Jahe tahun 2020 menunjukkan angka sebesar US$ 1,35 miliar. Indonesia dengan kondisi alamnya, sangat mumpuni untuk menghasilkan komoditas ini. Saya mendorong pada para petani jahe , untuk masuk wilayah ekspor dengan konsekuensi, kualitas produk yang dihasilkan harus memenuhi standar internasional,” kata Andi Akmal Pasluddin, Selasa (22/2/2022).
Politisi PKS ini menambahkan, di tahun 2021, tren permintaan jahe dari Luar negeri masih tetap tinggi. Awal Januari tahun lalu, banyak dari negara tetangga, seperti Malaysia atau Singapura, membutuhkan jahe . Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dapat memfasilitasi ekspor ini terutama dari Badan Karantina.
Lihat Juga :