Disdagkop-UKM Lutim Akan Bentuk Satgas Atasi Kelangkaan Minyak Goreng
Selasa, 22 Februari 2022 - 14:55 WIB
loading...
Disdagkop-UKM Luwu Timur melakukan sidak minyak goreng di gudang toko besar, Kecamatan Mangkutana, Senin (21/2/2022). Foto: Istimewa
A
A
A
LUWU TIMUR - Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop-UKM) Kabupaten Luwu Timur (Lutim) tidak resah atas kelangkaan minyak goreng , serta harganya yang kebanyakan tidak sesuai harga eceran tertinggi (HET).
Kepala Disdagkop-UKM Lutim, Senfry Oktavianus menegaskan, pihaknya terus mencari solusi atas kelangkaan minyak goreng ini. Salah satunya dengan inspeksi mendadak (sidak) untuk mencegah penimbunan minyak goreng.
Baca juga: Antisipasi Penimbunan Minyak Goreng, Disdagkop-UKM Lutim Sidak Empat Toko
Ke depan, Disdagkop-UKM Luwu Timur, kata Senfry juga akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng ini.
"Kami harapkan masyarakat jangan khawatir, kita akan berusaha untuk menuntaskan persolan ini. Karena saat ini kami terus melakukan pemantauan di tiap-tiap pasar tradisional hingga pasar moderen," kata Senfry, Selasa (22/2/2022).
Selain itu, jelang Bulan Suci Ramadhan, nantinya Disdagkop-UKM Luwu Timur akan melakukan operasi pasar, dan membuat pasar murah untuk bahan pokok.
Baca juga: BPBD Luwu Timur Siaga 24 Jam Hadapi Cuaca Ekstrem
"Jadi kita juga mengimbau bagi para pedagang tidak boleh menjual minyak goreng di atas het, karena perliter minyak goreng Rp14 ribu," kata dia.
Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan kebijakan minyak goreng satu harga Rp14.000 per liter. Kemudian per 1 Februari, HET minyak goreng curah ditetapkan Rp11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500 per liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp14.000 per liter.
Kepala Disdagkop-UKM Lutim, Senfry Oktavianus menegaskan, pihaknya terus mencari solusi atas kelangkaan minyak goreng ini. Salah satunya dengan inspeksi mendadak (sidak) untuk mencegah penimbunan minyak goreng.
Baca juga: Antisipasi Penimbunan Minyak Goreng, Disdagkop-UKM Lutim Sidak Empat Toko
Ke depan, Disdagkop-UKM Luwu Timur, kata Senfry juga akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng ini.
"Kami harapkan masyarakat jangan khawatir, kita akan berusaha untuk menuntaskan persolan ini. Karena saat ini kami terus melakukan pemantauan di tiap-tiap pasar tradisional hingga pasar moderen," kata Senfry, Selasa (22/2/2022).
Selain itu, jelang Bulan Suci Ramadhan, nantinya Disdagkop-UKM Luwu Timur akan melakukan operasi pasar, dan membuat pasar murah untuk bahan pokok.
Baca juga: BPBD Luwu Timur Siaga 24 Jam Hadapi Cuaca Ekstrem
"Jadi kita juga mengimbau bagi para pedagang tidak boleh menjual minyak goreng di atas het, karena perliter minyak goreng Rp14 ribu," kata dia.
Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan kebijakan minyak goreng satu harga Rp14.000 per liter. Kemudian per 1 Februari, HET minyak goreng curah ditetapkan Rp11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500 per liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp14.000 per liter.
(luq)
Lihat Juga :