Puskesmas Bua Sudah Laporkan Kasus Dokumen Vaksin Palsu ke Kadinkes

Minggu, 20 Februari 2022 - 21:00 WIB
loading...
Puskesmas Bua Sudah...
Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bua, Bambang Irawan, mengaku telah mendapat aduan terkait data vaksin palsu tiga hari lalu dan telah disampaikan ke Kadis Kesehatan. Foto: Istimewa
A A A
LUWU - Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bua, Bambang Irawan, mengaku telah mendapat aduan ini sejak 3 hari lalu terkait data vaksin palsu dan telah disampaikan ke Kadis Kesehatan, dr Rosnawary Basir.

"Benar kabar di atas, saya sudah mendapat aduannya bahkan saya sudah bicara langsung keluarganya, adik yang bersangkutan," ujarnya.

Baca Juga: TKI Asal Luwu Tertahan di Arab Saudi Gegara Data Vaksin Palsu

Tiga hari yang lalu, Kepala Puskesmas Bua, mendapat aduan soal kasus ini. Namun demikian, saat itu, dirinya belum memberikan solusi. "Saya katakan, belum bisa saya janjikan solusi, harus saya laporkan terlebih dahulu ke Satgas Kabupaten dan Kadis Kesehatan," ujarnya.

Usai menerima laporan tersebut, dirinya langsung menyampaikan kejadian ini ke Kadis Kesehatan, dr Rosnawary Basir dan tim Satgas sembari menanyakan solusinya.

"Jika yang bersangkutan mau vaksin di Arab silahkan, di luar negeri tidak ada sistem cek peduli lindungi yang bisa masukkan bahwa dia sudah divaksin . Cuma petugas PCARE Indonesia, kecuali di Kedutaan Indonesia ada petugas PCARE. Kalau sudah divaksin kita bisa rubah datanya disini, vaksin Apa yang diberikan di Arab, nanti di download kartunya," ujar Tim Satgas yang dikutip Kapus Bua.

Petugas data Tim Satgas Covid-19, Erwin, mengakui kasus ini bukan lah yang pertama di Luwu. "Ini kasus kedua kalau bukan ke tiga. Perlu kami sampaikan kesalahan seperti ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Luwu," ujarnya.

Disampaikan Erwin yang juga anggota Polres Luwu , kesalahan ini adalah murni human error. Di mana, ini terjadi saat Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Luwu, gencar-gencarnya melaksanakan vaksin hingga ke desa-desa.

"Sehari, satu tim kadang melakukan vaksinasi hingga seribu orang. Pengumpulan data kadang terjadi kesalahan karena banyaknya berkas yang bertumpuk," jelasnya.

Baca Juga: Hanya Kabupaten Luwu Utara yang Terapkan PPKM Level 1 di Sulsel

Erwin menyampaikan solusi yang bisa dilakukan adalah melakukan penghapusan data riwayat vaksin yang bersangkutan sehingga yang bersangkutan bisa melakukan vaksin di Arab Saudi sesuai ketentuan di negara tersebut.

"Kita akan bantu, kasus sebelumnya tidak ada masalah, kita akan hapus riwayat vaksin nya tentu melalui persetujuan Ketua Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Luwu dan izin Satgas pusat atau nasional," kuncinya.

(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hujan 10 Jam, 2 Desa...
Hujan 10 Jam, 2 Desa di Kabupaten Luwu Sulsel Terendam Banjir
Temui Ganjar, Pemprov...
Temui Ganjar, Pemprov Papua Selatan dan Pemkab Luwu Belajar Perencanaan Pembangunan
Korban Banjir Bandang...
Korban Banjir Bandang dan Tanah Longsor Luwu Utara Terima Huntap dari Pemerintah
Heboh Soal Vaksin Palsu...
Heboh Soal Vaksin Palsu di Puskesmas Karawang, Ini Kata Bupati Cellica
Pemkab Luwu Lakukan...
Pemkab Luwu Lakukan Swab Massal, Pejabat Eselon Diwajibkan
Kemenag Bergerak Cepat...
Kemenag Bergerak Cepat Tangani KUA Terdampak Banjir Bandang di Kabupaten Luwu
Buron 5 Bulan, Wanita...
Buron 5 Bulan, Wanita Pembuat Sertifikat Vaksin Ilegal di RSUD Nunukan Ditangkap
Operasi Yustisi Sasar...
Operasi Yustisi Sasar 20 Area Tambang di Walmas
Rekomendasi
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved