Dokter Anak Ini Segera Dilantik Jadi Wakil Wali Kota Pematangsiantar, Begini Harapan Warga
Minggu, 20 Februari 2022 - 16:08 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Brutal! Anak Buah Bandar Ganja Melawan saat Digerebek, 3 Motor Polisi Hangus Dibakar
Fawer mengatakan, campur tangan keluarga seperti suami, istri dan anak terhadap kepemimpinan seorang kepala daerah kebanyakan justru menjadikan kepala daerah seperti, gubernur, bupati dan walikota tersandung kasus hukum.
“Sudah banyak contoh akibat campur tangan keluarga dekat dalam pemerintahan kepala daerah, khususnya dalam pengaturan proyek tersandung kasus hukum seperti bupati Bandung Barat, walikota Kendari dan terakhir bupati Langkat, jadi besar harapan saya selaku warga Pematangsiantar, keluarga ibu Susanti tidak campur tangan apalagi melakukan intervensi kepada Beliau sebagai pemimpin kota ini (Pematangsiantar) nantinya,” kata pengurus pusat GMKI itu.
Baca juga: Pneumonia Lebih Rentan Terkena pada Anak, Ini Penjelasan Dokter Spesialis
Hal yang sama disampaikan praktisi hukum Edy Siregar. Dia sangat menghkawatirkan kepemimpinan Susanti Dewayani rawan tersandung kasus hukum jika keluarga ikut campur dalam penempatan pejabat.
“Beberapa masalah yang terjadi akibat campur tangan keluarga dalam penempatan pejabat menyebabkan kepala daerah tersandung hukum karena kasus jual beli jabatan, karena warga Pematangsiantar tidak menginginkan hal itu menimpa Susanti,” tandasnya.
Fawer mengatakan, campur tangan keluarga seperti suami, istri dan anak terhadap kepemimpinan seorang kepala daerah kebanyakan justru menjadikan kepala daerah seperti, gubernur, bupati dan walikota tersandung kasus hukum.
“Sudah banyak contoh akibat campur tangan keluarga dekat dalam pemerintahan kepala daerah, khususnya dalam pengaturan proyek tersandung kasus hukum seperti bupati Bandung Barat, walikota Kendari dan terakhir bupati Langkat, jadi besar harapan saya selaku warga Pematangsiantar, keluarga ibu Susanti tidak campur tangan apalagi melakukan intervensi kepada Beliau sebagai pemimpin kota ini (Pematangsiantar) nantinya,” kata pengurus pusat GMKI itu.
Baca juga: Pneumonia Lebih Rentan Terkena pada Anak, Ini Penjelasan Dokter Spesialis
Hal yang sama disampaikan praktisi hukum Edy Siregar. Dia sangat menghkawatirkan kepemimpinan Susanti Dewayani rawan tersandung kasus hukum jika keluarga ikut campur dalam penempatan pejabat.
“Beberapa masalah yang terjadi akibat campur tangan keluarga dalam penempatan pejabat menyebabkan kepala daerah tersandung hukum karena kasus jual beli jabatan, karena warga Pematangsiantar tidak menginginkan hal itu menimpa Susanti,” tandasnya.
(nic)
Lihat Juga :