Mantan Guru Hadiahi KSAD Jenderal Dudung Abdurachman Lukisan Toleransi
Jum'at, 18 Februari 2022 - 15:58 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: KSAD Dudung Kumpulkan Pensiunan Jenderal TNI, Ada Sjafrie Sjamsoedin sampai Ryamizard
"Ini saya gambarkan karena kita hidup ber-Pancasila dan kita menjunjung toleransi. Kalau dilihat detailnya, ada masjid karena kita mayoritas agama Islam. Terus ada Candi Borobudur, gereja, ada liong untuk Konghucu. Semua agama ada dan hidup berdampingan," tutur Umar.
Keunikan lainnya dalam lukisan tersebut, yakni adanya sosok anak berseragam sekolah tengah memberikan koran kepada Jenderal Dudung. Menurut Umar, sosok itu merupakan gambaran Jenderal Dudung saat masih kecil yang juga diketahui sempat bekerja sebagai loper koran.
"Detail menjual koran yang paling berkesan buat saya, karena apa? Saya bisa menggambarkan sosok Jenderal Dudung umur sebelas tahun. Ini tidak melihat foto, saya gambarkan," ungkapnya.
Keunikan lain yang tak kalah menarik, yakni empat bintang di baret hijau yang dikenakan Jenderal Dudung dalam lukisan itu. Pasalnya, lukisan tersebut diciptakan saat Dudung masih menjabat Pangkostrad dengan pangkat mayor jenderal.
"Itu belum jadi KSAD (saat melukis), belum bintang empat. Saya bikin sebagai doa. Akhirnya doa saya terkabul menjadi KSAD. Itu doa dari guru ke murid," ungkapnya lagi.
"Ini saya gambarkan karena kita hidup ber-Pancasila dan kita menjunjung toleransi. Kalau dilihat detailnya, ada masjid karena kita mayoritas agama Islam. Terus ada Candi Borobudur, gereja, ada liong untuk Konghucu. Semua agama ada dan hidup berdampingan," tutur Umar.
Keunikan lainnya dalam lukisan tersebut, yakni adanya sosok anak berseragam sekolah tengah memberikan koran kepada Jenderal Dudung. Menurut Umar, sosok itu merupakan gambaran Jenderal Dudung saat masih kecil yang juga diketahui sempat bekerja sebagai loper koran.
"Detail menjual koran yang paling berkesan buat saya, karena apa? Saya bisa menggambarkan sosok Jenderal Dudung umur sebelas tahun. Ini tidak melihat foto, saya gambarkan," ungkapnya.
Keunikan lain yang tak kalah menarik, yakni empat bintang di baret hijau yang dikenakan Jenderal Dudung dalam lukisan itu. Pasalnya, lukisan tersebut diciptakan saat Dudung masih menjabat Pangkostrad dengan pangkat mayor jenderal.
"Itu belum jadi KSAD (saat melukis), belum bintang empat. Saya bikin sebagai doa. Akhirnya doa saya terkabul menjadi KSAD. Itu doa dari guru ke murid," ungkapnya lagi.
Lihat Juga :