Gandeng BLK Sidoarjo, Lapas Surabaya Cetak 300 Warga Binaan Terampil
Jum'at, 18 Februari 2022 - 14:10 WIB
loading...
Warga binaan Lapas Surabaya mengikuti pelatihan ketrampilan yang digelar BLK Sidoarjo. Foto SINDOnews
A
A
A
SURABAYA - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Surabaya di Porong, Sidoarjo meningkatkan pembinaan kemandirian untuk warga binaan atau narapidana (napi). Terbaru, Lapas yang dipimpin Gun Gun Gunawan itu menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) Sidoarjo untuk mencetak 300 Warga Binaan Terampil.
“Ada lima jenis pelatihan singkat yang diprogramkan. Di antaranya, pelatihan bangunan kayu, batu, pengelasan, sablon dan penjahitan. Mereka akan mengikuti pelatihan baik teori maupun praktik selama 14 hari. Setiap harinya akan ada 3 jam pelajaran,” ujar Plt Kanwil Kemenkumham Jatim Wisnu Nugroho Dewanto, Jumat (18/2/2022). Baca juga:
Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Pegawai LP Labuhan Ruku Mendadak Dites Urine
Di akhir pelatihan, lanjut Wisnu, warga binaan yang terlibat akan mendapatkan sertifikat keterampilan. Yang bisa dijadikan bukti atau penunjang lamaran pekerjaan ketika warga binaan bebas nanti. Untuk itu, pihaknya tidak sembarangan memilih warga binaan yang akan diikutkan pelatihan.
“Tentunya ada penilaian dari tim dari Bapas (Balai Pemasyarakatan) maupun Lapas, apakah warga binaan bisa mengikuti kegiatan pelatihan atau tidak,” terang Wisnu.
“Ada lima jenis pelatihan singkat yang diprogramkan. Di antaranya, pelatihan bangunan kayu, batu, pengelasan, sablon dan penjahitan. Mereka akan mengikuti pelatihan baik teori maupun praktik selama 14 hari. Setiap harinya akan ada 3 jam pelajaran,” ujar Plt Kanwil Kemenkumham Jatim Wisnu Nugroho Dewanto, Jumat (18/2/2022). Baca juga:
Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Pegawai LP Labuhan Ruku Mendadak Dites Urine
Di akhir pelatihan, lanjut Wisnu, warga binaan yang terlibat akan mendapatkan sertifikat keterampilan. Yang bisa dijadikan bukti atau penunjang lamaran pekerjaan ketika warga binaan bebas nanti. Untuk itu, pihaknya tidak sembarangan memilih warga binaan yang akan diikutkan pelatihan.
“Tentunya ada penilaian dari tim dari Bapas (Balai Pemasyarakatan) maupun Lapas, apakah warga binaan bisa mengikuti kegiatan pelatihan atau tidak,” terang Wisnu.
Lihat Juga :