alexametrics

Hari Pertama Buka, Wisatawan Mulai Ramaikan Objek Wisata di Lembang

loading...
Hari Pertama Buka, Wisatawan Mulai Ramaikan Objek Wisata di Lembang
Objek wisata Farmhouse Lembang mulai didatangi wisatawan pada Sabtu (13/6/2020) setelah selama tiga bulan ditutup seiring kebijakan pembatasan sosial berskala besar. Foto: SINDOnews/Adi Haryanto B
A+ A-
BANDUNG BARAT - Objek wisata di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai menerima kunjungan wisatawan setelah tiga bulan ditutup. Sabtu (13/6/2020), sejumlah wisatawan lokal pun berdatangan ke Farmhouse, The Great Asia Africa, Floating Market, dan sejumlah objek wisata lain di Lembang.

Pantauan di lapangan, pengelola objek wisata menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjung seperti pengecekan suhu tubuh, mewajibkan cuci tangan, dan membagikan masker serta face shield. Petugas penyemprot disinfektan juga siap siaga untuk mensterilkan area-area publik. Sementara wisatawan dari luar Jawa Barat belum diperbolehkan masuk dan diputarbalikkan di pintu masuk.

"Hari ini kami mulai buka dan pengunjung rata-rata dalam sejam ada 25 orang dan kebanyakan keluarga," kata pengelola objek wisata Farm House Wawan Gunawan, Sabtu (13/6/2020).

(Baca: Objek Wisata KBB Mulai Buka Besok, Tiket Naik dan Kapasitas Dibatasi 30%)



Dirinya memprediksi untuk akhir pekan ini pengunjung belum akan banyak dan ramai karena masih dalam tahap transisi. Untuk itu pihaknya akan terus menggencarkan sosialisasi pembukaan objek wisata. Sebab tidak menutup kemungkinan ada masyarakat yang belum tahu atau masih takut untuk berpergian. Apalagi di Jawa Barat masih ada beberapa daerah yang menerapkan PSBB proposional.

"Kalau sekarang kan wisatawan yang boleh datang masih dari Jawa Barat, biasanya kan wisatawan yang datang kebanyakan dari Jakarta atau luar Jabar. Tapi kami tetap targetkan bisa menarik 30% wisatawan sesuai aturan pemerintah," ucapnya.



(Baca: Pengusaha Wisata Harus Ekstra Patuh, Berani Melanggar Bisa Ditutup)

Terpisah, Owner Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Eko Supriyanto mengatakan dalam kondisi normal jumlah wisatawan yang berkunjung ke tempatnya rata-rata 1.000 orang/hari sementara Sabtu dan Minggu bisa mencapai 4.000-5.000 orang. Adanya kebijakan pembatasan wisatawan maksimal 30% itu artinya kalau hari biasa hanya sekitar 300 orang.

"Sekarang kami memberlakukan kunjungan secara reservasi tidak langsung, dan hari ini sudah ada tiga keluarga. Hanya untuk restoran yang bisa langsung, itupun dibatasi bukan untuk rombongan besar," terangnya. adi haryanto b
(muh)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak