Kecamatan Towuti Usulkan 89 Kegiatan di Musrenbang RKPD 2023
Rabu, 16 Februari 2022 - 14:49 WIB
loading...
Musrenbang RKPD tahun 2023 tingkat Kecamatan Towuti, Rabu (16/2/2022). Foto: Humas Pemkab Luwu Timur
A
A
A
LUWU TIMUR - Pemerintah Kecamatan Towuti mengusulkan sebanyak 89 kegiatan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD tahun 2023 tingkat kecamatan, di Gedung Serbaguna Towuti, Rabu (16/2/2022).
Musrenbang tingkat kecamatan tahun 2022 ini dalam rangka penyusunan RKPD Kabupaten Luwu Timur tahun 2023, dengan tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi, Penguatan Insfrastruktur Daerah dan Pemenuhan Layanan Dasar".
Baca juga:Buka RAT KPRI Sejahtera, Bupati Lutim Dorong Digitalisasi Koperasi
Staf Ahli Pembangunan Luwu Timur, Rapiuddin Tahir mengatakan, Musrenbang ini merupakan bagian dari enam tahapan yang harus dilaksanakan sebelum RKPD ditetapkan. Berdasarkan Permendagri 86 tahun 2017 tentang Perencanaan Pembanguna Daerah, harus dilaksanakan paling lambat minggu II bulan Februari satu tahun sebelum tahun perencanaan.
Berdasarkan hasil perhitungan PDRB tahun 2020, kontribusi PDRB Kabupaten Luwu Timur menurut Lapangan Usaha Kabupaten Luwu Timur ditopang oleh sektor pertambangan dan penggalian 44,95 persen dan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan 23.96 persen. Dengan demikian, kedua sektor tersebut memegang hampir 70% share ekonomi Luwu Timur.
Baca juga:Di Depan Bupati Luwu Timur, Danlantamal VI Puji Kota Sorowako
Dari kedua sektor tersebut, kata Rapiuddin, yang dapat diintervensi pemerintah daerah melalui program-program prioritas pada sektor pertanian dalam arti luas. Mengingat sekitar 43% (66 rb jiwa) persen masyarakat bekerja pada sektor pertanian dan sebesar 35 % dari 45 % tersebut (23 ribu jiwa) merupakan penduduk miskin usia 15 tahun ke atas.
"Oleh karena itu, perlunya meletakkan sektor pertanian sebagai prioritas untuk menjadi penopang utama ekonomi Luwu Timur bersama dengan sektor potensial di luar pertanian antara lain pengembangan sektor industri UMKM dan potensi pengembangan parawisata. Hal ini, sudah barang tentu penetapan skala prioritas tersebut tetap mempertimbangkan program prioritas nasional dalam rangka proses pemulihan pembangunan daerah guna mengatasi dampak pandemi Covid-19, khususnya di sektor kesehatan dan perlindungan sosial," tandas Rapiuddin.
Baca juga:Satpol PP Lutim Sidak HP Pegawai, Cari Aplikasi Game Judi Online
Sementara Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah, Dohri As'ari memaparkan program prioritas pembangunan Pemkab Luwu Timur .
"Yakni peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan, pemenuhan prasarana dan sarana sektor pertanian dan pariwisata, penguatan infrastruktur dalam mendukung sektor pertanian dan pariwisata, peningkatan investasi dari peluang usaha yang berdaya saing, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan inovatif, dan menjaga toleransi umat beragama dan kelestarian nilai budaya," tutup Dohri.
Musrenbang tingkat kecamatan tahun 2022 ini dalam rangka penyusunan RKPD Kabupaten Luwu Timur tahun 2023, dengan tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi, Penguatan Insfrastruktur Daerah dan Pemenuhan Layanan Dasar".
Baca juga:Buka RAT KPRI Sejahtera, Bupati Lutim Dorong Digitalisasi Koperasi
Staf Ahli Pembangunan Luwu Timur, Rapiuddin Tahir mengatakan, Musrenbang ini merupakan bagian dari enam tahapan yang harus dilaksanakan sebelum RKPD ditetapkan. Berdasarkan Permendagri 86 tahun 2017 tentang Perencanaan Pembanguna Daerah, harus dilaksanakan paling lambat minggu II bulan Februari satu tahun sebelum tahun perencanaan.
Berdasarkan hasil perhitungan PDRB tahun 2020, kontribusi PDRB Kabupaten Luwu Timur menurut Lapangan Usaha Kabupaten Luwu Timur ditopang oleh sektor pertambangan dan penggalian 44,95 persen dan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan 23.96 persen. Dengan demikian, kedua sektor tersebut memegang hampir 70% share ekonomi Luwu Timur.
Baca juga:Di Depan Bupati Luwu Timur, Danlantamal VI Puji Kota Sorowako
Dari kedua sektor tersebut, kata Rapiuddin, yang dapat diintervensi pemerintah daerah melalui program-program prioritas pada sektor pertanian dalam arti luas. Mengingat sekitar 43% (66 rb jiwa) persen masyarakat bekerja pada sektor pertanian dan sebesar 35 % dari 45 % tersebut (23 ribu jiwa) merupakan penduduk miskin usia 15 tahun ke atas.
"Oleh karena itu, perlunya meletakkan sektor pertanian sebagai prioritas untuk menjadi penopang utama ekonomi Luwu Timur bersama dengan sektor potensial di luar pertanian antara lain pengembangan sektor industri UMKM dan potensi pengembangan parawisata. Hal ini, sudah barang tentu penetapan skala prioritas tersebut tetap mempertimbangkan program prioritas nasional dalam rangka proses pemulihan pembangunan daerah guna mengatasi dampak pandemi Covid-19, khususnya di sektor kesehatan dan perlindungan sosial," tandas Rapiuddin.
Baca juga:Satpol PP Lutim Sidak HP Pegawai, Cari Aplikasi Game Judi Online
Sementara Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah, Dohri As'ari memaparkan program prioritas pembangunan Pemkab Luwu Timur .
"Yakni peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan, pemenuhan prasarana dan sarana sektor pertanian dan pariwisata, penguatan infrastruktur dalam mendukung sektor pertanian dan pariwisata, peningkatan investasi dari peluang usaha yang berdaya saing, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan inovatif, dan menjaga toleransi umat beragama dan kelestarian nilai budaya," tutup Dohri.
(luq)
Lihat Juga :