Ratusan Personel Kodim Bantaeng Dikerahkan Bantu Penanganan Banjir
Sabtu, 13 Juni 2020 - 22:00 WIB
loading...
A
A
A
Letkol Czi Tambohule Wula menambahkan banjir bandang juga menimbulkan kerusakan infrastruktur. Di antaranya yakni sebuah jembatan sepanjang 10 meter, serta jalan akses lingkar Selatan terputus sepanjang 40 meter yang berlokasi di Kampung Kaili.
"Ruas Jalan Para-para - Pandang-pandang rusak tertimbun tanah sepanjang, kurang lebih 200 m, tidak bisa dilewati. Lalu ruas Jalan Batayya 1 dan Batayya 2, banyak patahan pohon, dan timbun longsor menghalangi badan jalan sepanjang 1 Kilometer," jelas Tambohule Wula.
Kemudian, Cek Dam Balang Sikuyu jebol dan patah pada sayap sebelah selatan di wilayah Bissappu sepanjang 30 m. Lalu talud jembatan jalan nasional Sungai Panaikang sepanjang 15 meter di depan Kantor Camat Bissappu terhambat dan Tanggul Sungai Balang Sikuyu sepanjang 500 meter di Garegea tertutup.
Tambohule Wula menyebutkan akibat bencana alam tersebut menimbulkan kerugian. Di antaranya akses jalan yang tidak bisa dilalui, pemutusan listrik mulai pukul 18.00 WITA hingga saat ini dan kurangnya air bersih.
"Total ada kurang lebih 2.333 rumah rusak, kerugian ditaksir mencapai Rp25 miliar. Pasar merugi sampai Rp4 miliar. Pertokoan sekitar Jalan Mangga dan Jl. Manggis menimbulkan kerugian Rp 2 miliar. Fasilitas perkantoran yaitu MPP, Server Dukcapil, Kantor Lurah Palantikang, Gedung Perpustakaan Daerah mengalami kerusakan dengan perkiraan kerugian Rp2 miliar," paparnya.
"Ruas Jalan Para-para - Pandang-pandang rusak tertimbun tanah sepanjang, kurang lebih 200 m, tidak bisa dilewati. Lalu ruas Jalan Batayya 1 dan Batayya 2, banyak patahan pohon, dan timbun longsor menghalangi badan jalan sepanjang 1 Kilometer," jelas Tambohule Wula.
Kemudian, Cek Dam Balang Sikuyu jebol dan patah pada sayap sebelah selatan di wilayah Bissappu sepanjang 30 m. Lalu talud jembatan jalan nasional Sungai Panaikang sepanjang 15 meter di depan Kantor Camat Bissappu terhambat dan Tanggul Sungai Balang Sikuyu sepanjang 500 meter di Garegea tertutup.
Tambohule Wula menyebutkan akibat bencana alam tersebut menimbulkan kerugian. Di antaranya akses jalan yang tidak bisa dilalui, pemutusan listrik mulai pukul 18.00 WITA hingga saat ini dan kurangnya air bersih.
"Total ada kurang lebih 2.333 rumah rusak, kerugian ditaksir mencapai Rp25 miliar. Pasar merugi sampai Rp4 miliar. Pertokoan sekitar Jalan Mangga dan Jl. Manggis menimbulkan kerugian Rp 2 miliar. Fasilitas perkantoran yaitu MPP, Server Dukcapil, Kantor Lurah Palantikang, Gedung Perpustakaan Daerah mengalami kerusakan dengan perkiraan kerugian Rp2 miliar," paparnya.
Lihat Juga :