Kisah Diki Anak Yatim yang Tak Malu Bantu Ibunya Jualan Siomay Sambil Sekolah
Sabtu, 12 Februari 2022 - 07:43 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Tak Kuat Tahan Nafsu Lihat Bokong, Kakek di Ogan Ilir Cabuli Istri Tetangganya
"Saya biasanya membawa barang dagangan ke sekolah, untuk dijual. Garganya Rp1.000 per biji," ujar Diki. Pemuda sederhana yang bercita-cita menjadi pengusaha ini, tidak sedikitpun merasa malu berjualan. Semangatnya hanya ingin membantu ibunya, dan bisa hidup mandiri.
Kepala SMKN 8 Luwu Utara, Mustajab Ponta menyebutkan, secara pelajaran di sekolah Diki tidak terlalu menonjol, namun semangatnya untuk berwira usaha sangat kuat. "Kami berikan izin dia berjualan di sekolah, namun hanya saat jam istirahat pelajaran saja," tuturnya.
Mustajab mengaku sangat bangga punya murid yang berbakti kepada orang tuanya, dan tidak merasa malu untuk membangun usaha mandiri meskipun hanya berjualan siomay. "Kami selalu mengingatkan, agar kegiatannya berjualan tidak mengganggu waktu belajarnya," ungkapnya.
"Saya biasanya membawa barang dagangan ke sekolah, untuk dijual. Garganya Rp1.000 per biji," ujar Diki. Pemuda sederhana yang bercita-cita menjadi pengusaha ini, tidak sedikitpun merasa malu berjualan. Semangatnya hanya ingin membantu ibunya, dan bisa hidup mandiri.
Kepala SMKN 8 Luwu Utara, Mustajab Ponta menyebutkan, secara pelajaran di sekolah Diki tidak terlalu menonjol, namun semangatnya untuk berwira usaha sangat kuat. "Kami berikan izin dia berjualan di sekolah, namun hanya saat jam istirahat pelajaran saja," tuturnya.
Mustajab mengaku sangat bangga punya murid yang berbakti kepada orang tuanya, dan tidak merasa malu untuk membangun usaha mandiri meskipun hanya berjualan siomay. "Kami selalu mengingatkan, agar kegiatannya berjualan tidak mengganggu waktu belajarnya," ungkapnya.

Lihat Juga :