Candi Mataram Kuno Era Mpu Sindok Ditemukan di Malang, Ada Topeng Wajah Manusia dari Gerabah
Kamis, 10 Februari 2022 - 17:48 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Tim Ekskavasi Situs Srigading, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, ekskavasi dilakukan Senin-Sabtu (7-12/2/2022), untuk melihat apakah bangunan bersejarah ini merupakan candi atau bukan. Mengingat sebelum dilakukan ekskavasi warga sekitar sudah mengetahui adanya dugaan situs sejarah, apalagi dengan ditemukannya yoni dan tiga arca.
"Situs ini sebenarnya sudah lama diketahui masyarakat, termasuk pemerhati budaya di sekitar sini. Pada 2019 saya pernah ke sini. Saat itu ada yoni dan tiga arca. Arca perempuan dengan banyak tangan, kita identifikasi sebagai Durga; arca sapi tanpa kepala yang mungkin Nandi; dan kemudian arca membawa pentungan yang diperkirakan Dwarapala," ucap Wicaksono.
Temuan-temuan pendukung tersebut, membuat pihak BPCB Jawa Timur, merasa penting untuk membuka misteri bangunan bersejarah tersebut. Di mana dari hasil empat hari ekskavasi di area berukuran 10 x 10 meter, bangunan bersejarah ini identik dengan candi.
![Candi Mataram Kuno Era Mpu Sindok Ditemukan di Malang, Ada Topeng Wajah Manusia dari Gerabah]()
"Kemudian dari hasil pembukaan kita, menemukan satu sudut bangunan yang diduga candi. Hal itu bisa kita identifikasi sebagai candi, karena mempunyai profil half moon, layaknya arsitektur candi. Kita bisa melihat, pada bukaan tanah, banyak sekali pecahan atau runtuhan bata, yang menandakan bahwa candi ini memiliki kaki, badan, dan atap," ungkapnya.
Namun sayangnya, Wicaksono menyebut bagian atap dan badan dari candi itu runtuh. "Bagian badan dan atap itu kemungkinan runtuh ke semua sisi dari candi. Dan hanya menyisakan bagian kaki, dan tengah yang ada yoninya itu. Kami juga menemukan satu profil relief yang menggambarkan wajah," tuturnya.
"Situs ini sebenarnya sudah lama diketahui masyarakat, termasuk pemerhati budaya di sekitar sini. Pada 2019 saya pernah ke sini. Saat itu ada yoni dan tiga arca. Arca perempuan dengan banyak tangan, kita identifikasi sebagai Durga; arca sapi tanpa kepala yang mungkin Nandi; dan kemudian arca membawa pentungan yang diperkirakan Dwarapala," ucap Wicaksono.
Temuan-temuan pendukung tersebut, membuat pihak BPCB Jawa Timur, merasa penting untuk membuka misteri bangunan bersejarah tersebut. Di mana dari hasil empat hari ekskavasi di area berukuran 10 x 10 meter, bangunan bersejarah ini identik dengan candi.

"Kemudian dari hasil pembukaan kita, menemukan satu sudut bangunan yang diduga candi. Hal itu bisa kita identifikasi sebagai candi, karena mempunyai profil half moon, layaknya arsitektur candi. Kita bisa melihat, pada bukaan tanah, banyak sekali pecahan atau runtuhan bata, yang menandakan bahwa candi ini memiliki kaki, badan, dan atap," ungkapnya.
Namun sayangnya, Wicaksono menyebut bagian atap dan badan dari candi itu runtuh. "Bagian badan dan atap itu kemungkinan runtuh ke semua sisi dari candi. Dan hanya menyisakan bagian kaki, dan tengah yang ada yoninya itu. Kami juga menemukan satu profil relief yang menggambarkan wajah," tuturnya.
Lihat Juga :