Lahar Dingin Gunung Sinabung Rusak Areal Pertanian dan Putus Jembatan Desa
Kamis, 23 April 2020 - 20:50 WIB
loading...
Masyarakat bergotong- royong memperbaiki jalan yang terputus akibat dihantam lahar dingin Gunung Sinabung, Kamis (23/4/2020).Foto/SINDO MEDIA/Sartana Nasution
A
A
A
KABUPATEN KARO - Curah hujan yang cukup tinggi di daerah puncak Gunung Sinabung, mengakibatkan banjir lahar dingin atau lava bercampur air pada Kamis (23/4/2020) sekitar pukul 14.40 WIB.
Banjir lahar dingin tersebut memutus akses jembatan atau jalan lintas Kabanjahe-Kuta BuluhDusun Berkerah, Desa Dukatendel, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).
Selain memutus akses jalan, volume lahar dingin yang tak dapat tertampung dialiran sungai jugamerusak areal pertanian warga. Relawan Lingkar Sinabung (LARSI) Roy Bangun mengatakan, peristiwa banjir lahar itu terjadi pada Kamis (23/4/2020) sekira pukul 14.40 WIB, ketika warga sedang beristirahat di rumah masing.
"Tiba-tiba lahar air meluap membawa material batu dan kayu, sehingga mengakibatkan alur sungai menghantam jembatan. Air itu juga meluber ke badan jalan, dan areal pertanian masyarakat," kata Roy Bangun, Kamis (23/4/2020) malam.
Dia menceritakan, hujan turun sejak pagi hari hingga pukul 16.30 WIB hanya terjadi disekitar gunung Sinabung. Namun akibat material lahar yang hanyut dari pegunungan itu cukup banyak, membuat aliran sungai tidak mampu menampung material tersebut. Akibatnya terjadi luapan besar yang merusak sebuah jembatan itu dan lahan pertanian warga.
Banjir lahar dingin tersebut memutus akses jembatan atau jalan lintas Kabanjahe-Kuta BuluhDusun Berkerah, Desa Dukatendel, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).
Selain memutus akses jalan, volume lahar dingin yang tak dapat tertampung dialiran sungai jugamerusak areal pertanian warga. Relawan Lingkar Sinabung (LARSI) Roy Bangun mengatakan, peristiwa banjir lahar itu terjadi pada Kamis (23/4/2020) sekira pukul 14.40 WIB, ketika warga sedang beristirahat di rumah masing.
"Tiba-tiba lahar air meluap membawa material batu dan kayu, sehingga mengakibatkan alur sungai menghantam jembatan. Air itu juga meluber ke badan jalan, dan areal pertanian masyarakat," kata Roy Bangun, Kamis (23/4/2020) malam.
Dia menceritakan, hujan turun sejak pagi hari hingga pukul 16.30 WIB hanya terjadi disekitar gunung Sinabung. Namun akibat material lahar yang hanyut dari pegunungan itu cukup banyak, membuat aliran sungai tidak mampu menampung material tersebut. Akibatnya terjadi luapan besar yang merusak sebuah jembatan itu dan lahan pertanian warga.
Lihat Juga :