Musrenbang Tingkat Kecamatan Nuha Usulkan 27 Kegiatan
Rabu, 09 Februari 2022 - 22:19 WIB
loading...
Suasana Musrenbang tingkat Kecamatan Nuha yang digelar di Halaman Kantor Desa Sorowako. Foto: Istimewa
A
A
A
LUWU TIMUR - Musrenbang tingkat Kecamatan Nuha yang digelar di Halaman Kantor Desa Sorowako, mengusulkan sebanyak 27 kegiatan pada Rabu (09/02/2022).
Dalam musrenbang tersebut Staf Ahli Pembangunan, Rapiuddin Tahir membuka acara mewakili Bupati Luwu Timur Budiman.
Baca Juga: PPID Dinas PU Kota Makassar Hadiri Musrenbang di Bongaya
Rapiuddin mengatakan, tujuan dilaksanakannya Musrenbang Kecamatan adalah untuk melakukan penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan usulan rencana kegiatan pembangunan desa/kelurahan, yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan Daerah di wilayah kecamatan.
"Oleh sebab itu, saya berharap kepada Kepala OPD, setelah disepakatinya prioritas usulan Desa pada Musrenbang Kecamatan ini, untuk segera melakukan investigasi lapangan, guna memastikan kelayakan teknis usulan di lapangan untuk selanjutnya dijadikan pertimbangan untuk dialokasikan pada Renja OPD," tutur Rapiuddin.
Ia menilai, sesuai dengan teman musrenbang tahun ini yakni “Akselerasi pertumbuhan ekonomi, penguatan infrastruktur daerah, dan pemenuhan layanan dasar”. Tema ini mengandung makna bahwa fokus Akselerasi pertumbuhan ekonomi diharapkan tercipta kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi daerah.
Terakhir, Rapiuddin menyampaikan juga beberapa hal terkait Bantuan Keuangan yang bersifat Khusus (BKK), Rp1 Miliar 1 Desa. Harus dipahami bahwa BKK ini merupakan upaya pemerataan dan percepatan pembangunan perdesaan serta mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam musrenbang tersebut Staf Ahli Pembangunan, Rapiuddin Tahir membuka acara mewakili Bupati Luwu Timur Budiman.
Baca Juga: PPID Dinas PU Kota Makassar Hadiri Musrenbang di Bongaya
Rapiuddin mengatakan, tujuan dilaksanakannya Musrenbang Kecamatan adalah untuk melakukan penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan usulan rencana kegiatan pembangunan desa/kelurahan, yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan Daerah di wilayah kecamatan.
"Oleh sebab itu, saya berharap kepada Kepala OPD, setelah disepakatinya prioritas usulan Desa pada Musrenbang Kecamatan ini, untuk segera melakukan investigasi lapangan, guna memastikan kelayakan teknis usulan di lapangan untuk selanjutnya dijadikan pertimbangan untuk dialokasikan pada Renja OPD," tutur Rapiuddin.
Ia menilai, sesuai dengan teman musrenbang tahun ini yakni “Akselerasi pertumbuhan ekonomi, penguatan infrastruktur daerah, dan pemenuhan layanan dasar”. Tema ini mengandung makna bahwa fokus Akselerasi pertumbuhan ekonomi diharapkan tercipta kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi daerah.
Terakhir, Rapiuddin menyampaikan juga beberapa hal terkait Bantuan Keuangan yang bersifat Khusus (BKK), Rp1 Miliar 1 Desa. Harus dipahami bahwa BKK ini merupakan upaya pemerataan dan percepatan pembangunan perdesaan serta mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Lihat Juga :