Akses Jalan Ditutup, Tiga Keluarga di Borong Panjat Tembok untuk Beraktivitas
Jum'at, 04 Februari 2022 - 20:10 WIB
loading...
A
A
A
Kondisi itu, membuat dia dan tetangganya harus memanjat tembok setinggi dua meter, beruntung belum lama ini mereka membuat tangga kayu untuk memudahkan mereka lewati tembok.
"Itu temboknya STIKI (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Makassar), motor di simpan di sana. Baru bisa keluar beraktivitas. Iye dua tahun mi ini begini, belum lagi kalau hujan itu tembok licin, tangga juga," tuturnya.
Sedangkan penghuni rumah yang terisolir lain, Yusri mengaku anak perempuannya pernah terjatuh ketika pulang dari sekolahnya. "Waktu itukan hujan, jadi terpeleset," ujar bapak tiga anak ini.
Baca Juga: Sudah Setahun Akses Jalan ke Stasiun Kereta Cepat dan Tol Cikampek Selatan Rusak Parah
Cerita lain datang dari Sugeng ipar dari Yusri yang awalnya serumah terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabatnya di Kelurahan Antang. Sebab usaha jual beli ikan Sugeng tersendat karena kondisi tersebut.
"Sulit untuk angkat barang, saya usaha ikan lele. Makanya saya mengungsi, pindah dulu di rumah saudara sama anak istri. Itu tadi karena harus manjat tembok kasihan kita," ungkap Sugeng.
Lurang Borong, Muhammad Yahya mengaku baru mengetahui kondisi miris yang dialami warganya. Dia menegaskan akan melakukan upaya-upaya persuasif guna mengatasi masalah tersebut.
"Itu temboknya STIKI (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Makassar), motor di simpan di sana. Baru bisa keluar beraktivitas. Iye dua tahun mi ini begini, belum lagi kalau hujan itu tembok licin, tangga juga," tuturnya.
Sedangkan penghuni rumah yang terisolir lain, Yusri mengaku anak perempuannya pernah terjatuh ketika pulang dari sekolahnya. "Waktu itukan hujan, jadi terpeleset," ujar bapak tiga anak ini.
Baca Juga: Sudah Setahun Akses Jalan ke Stasiun Kereta Cepat dan Tol Cikampek Selatan Rusak Parah
Cerita lain datang dari Sugeng ipar dari Yusri yang awalnya serumah terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabatnya di Kelurahan Antang. Sebab usaha jual beli ikan Sugeng tersendat karena kondisi tersebut.
"Sulit untuk angkat barang, saya usaha ikan lele. Makanya saya mengungsi, pindah dulu di rumah saudara sama anak istri. Itu tadi karena harus manjat tembok kasihan kita," ungkap Sugeng.
Lurang Borong, Muhammad Yahya mengaku baru mengetahui kondisi miris yang dialami warganya. Dia menegaskan akan melakukan upaya-upaya persuasif guna mengatasi masalah tersebut.
Lihat Juga :