BMK 57 Harapkan Keadilan Telekomunikasi Tiap Wilayah Terwujud
Jum'at, 12 Juni 2020 - 14:37 WIB
loading...
Webinar bertemakan Akses Telekomunikasi Berkeadilan Diseluruh Wilayah Indonesia . (Foto/Ist)
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP Barisan Muda Kosgoro (BMK) 1957 mengatakan, saat new normal faktor pembatasan sosial harus tetap diperhatikan. Namun di sisi lain agar komunikasi publik juga menjadi nyaman maka tarif untuk berkomunikasi menjadi hal yang sangat vital.
“Telekomunikasi harus dapat dinikmati untuk semua masyarakat jangan hanya untuk segelintir golongan saja yang bisa menikmati sedangkan yang lainnya harus membayarnya dengan lebih mahal,” ujar Arif Budi Prakoso dalam diskusi webinar bertemakan “Akses Telekomunikasi Berkeadilan Diseluruh Wilayah Indonesia”
Webinar yang digelar oleh BMK ini dihadiri oleh anggota Komisi I DPR Dave Laksono (Fraksi Golkar), Komisioner BPKN Drs. Nurul Yakin S, Anggota BRTI I Ketut Prihadi Kresna, Founder Sobat Cyber Indonesia Al Akbar Rahmadillah dan Fungsionaris BMK Maluku Eltin Tanalepy. (BACA JUGA: Malaysia Batalkan Pemberangkatan Ibadah Haji 2020)
Eltin sebagai perwakilan masyarakat bagian timur merasa ketidakadilan ini sejak lama “Kita disangka kaya karena sebagian besar disini pakai Tekomsel, padahal ini karena kita tidak punya pilihan lain dan hanya ini jaringa yang bisa kita pakai,” ucap Eltin.
“Itupun juga hanya bagus di kota besar, kalau di kampung sudah susah sekali kami dapat sinyal. Sudahlah tidak ada pilihan lain, sinyal susah, hargapun mahal. Dimana keadilan untuk kami,” ucap Eltin.
Nurul Yakin S, Komisioner BPKN menyatakan telekomunikasi harus dilihat sebagai aspek pembangunan jangan hanya bisnis saja. Karena kalau hanya bisnis saja kasian pelanggannya biar telekomunikasi kita berkeadilan. Modern licensing harus diperbaharui agar konsumen punya pilihan.
“Ada Jurang Ketidakadilan dalam layanan komunikasi kita karena disparitas harga dan layanan begitu mencolok di wilayah timur,” ujar Nurul.
“Telekomunikasi harus dapat dinikmati untuk semua masyarakat jangan hanya untuk segelintir golongan saja yang bisa menikmati sedangkan yang lainnya harus membayarnya dengan lebih mahal,” ujar Arif Budi Prakoso dalam diskusi webinar bertemakan “Akses Telekomunikasi Berkeadilan Diseluruh Wilayah Indonesia”
Webinar yang digelar oleh BMK ini dihadiri oleh anggota Komisi I DPR Dave Laksono (Fraksi Golkar), Komisioner BPKN Drs. Nurul Yakin S, Anggota BRTI I Ketut Prihadi Kresna, Founder Sobat Cyber Indonesia Al Akbar Rahmadillah dan Fungsionaris BMK Maluku Eltin Tanalepy. (BACA JUGA: Malaysia Batalkan Pemberangkatan Ibadah Haji 2020)
Eltin sebagai perwakilan masyarakat bagian timur merasa ketidakadilan ini sejak lama “Kita disangka kaya karena sebagian besar disini pakai Tekomsel, padahal ini karena kita tidak punya pilihan lain dan hanya ini jaringa yang bisa kita pakai,” ucap Eltin.
“Itupun juga hanya bagus di kota besar, kalau di kampung sudah susah sekali kami dapat sinyal. Sudahlah tidak ada pilihan lain, sinyal susah, hargapun mahal. Dimana keadilan untuk kami,” ucap Eltin.
Nurul Yakin S, Komisioner BPKN menyatakan telekomunikasi harus dilihat sebagai aspek pembangunan jangan hanya bisnis saja. Karena kalau hanya bisnis saja kasian pelanggannya biar telekomunikasi kita berkeadilan. Modern licensing harus diperbaharui agar konsumen punya pilihan.
“Ada Jurang Ketidakadilan dalam layanan komunikasi kita karena disparitas harga dan layanan begitu mencolok di wilayah timur,” ujar Nurul.