Gawat! 90 Persen Penularan COVID-19 di Surabaya Varian Omicron
Jum'at, 04 Februari 2022 - 06:21 WIB
loading...
Surabaya sedang menghadapi peningkatan kasus COVID-19 varian Omicron. Faktanya, hampir 90 persen penularan merupakan varian Omicron. Hal ini diungkapkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Foto SINDOnews
A
A
A
SURABAYA - Surabaya sedang menghadapi peningkatan kasus COVID-19 varian Omicron . Faktanya, hampir 90 persen penularan merupakan varian Omicron. Hal ini diungkapkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Menurut Cahyadi, hasil diskusinya dengan pakar Biostatistika Epidemiologi Universitas Airlangga sudah jelas menunjukkan fakta 90 persen virus yang menyebar adalah varian Omicron. Sedangkan untuk varian Delta, kini sudah tidak lagi menjadi ancaman serius. Baca juga: Ditanya soal Paulus Tannos dan Harun Masiku, KPK: Tunggu Omicron Reda
“Jadi ini sudah Omicron semua, karena penyebarannya lima kali lebih cepat ketimbang varian terdahulunya. Saya mohon, warga Surabaya jangan lengah, kalau kita lengah, yang terkonfirmasi semakin banyak. Kalau banyak, bisa-bisa naik ke Level 2,” kata Eri, Kamis (3/2/2022).
Bukan hanya pembatasan fasilitas umum dan RHU, Eri juga menerapakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 50 persen dan meniadakan dua shift 100 persen.“Sekarang PTM 50 persen dalam sehari. Biasanya kan ada dua shift 100 persen, mulai hari ini saya hentikan dulu. Mekanismenya, sehari masuk, sehari enggak, hanya ada satu shift 50 persen,” ucapnya.
Menurut Cahyadi, hasil diskusinya dengan pakar Biostatistika Epidemiologi Universitas Airlangga sudah jelas menunjukkan fakta 90 persen virus yang menyebar adalah varian Omicron. Sedangkan untuk varian Delta, kini sudah tidak lagi menjadi ancaman serius. Baca juga: Ditanya soal Paulus Tannos dan Harun Masiku, KPK: Tunggu Omicron Reda
“Jadi ini sudah Omicron semua, karena penyebarannya lima kali lebih cepat ketimbang varian terdahulunya. Saya mohon, warga Surabaya jangan lengah, kalau kita lengah, yang terkonfirmasi semakin banyak. Kalau banyak, bisa-bisa naik ke Level 2,” kata Eri, Kamis (3/2/2022).
Bukan hanya pembatasan fasilitas umum dan RHU, Eri juga menerapakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 50 persen dan meniadakan dua shift 100 persen.“Sekarang PTM 50 persen dalam sehari. Biasanya kan ada dua shift 100 persen, mulai hari ini saya hentikan dulu. Mekanismenya, sehari masuk, sehari enggak, hanya ada satu shift 50 persen,” ucapnya.
Lihat Juga :