Petugas Medis Diusir di Pasar Cileungsi, Bupati: Kita Beri 2 Pilihan, Tes atau Tutup
Jum'at, 12 Juni 2020 - 15:14 WIB
loading...
A
A
A
"Ini mungkin beda pemahaman. Kemarin sengaja datang karena pada saat tes pertama 15 Mei hasilnya 4 orang positif. Kita tracking keluarganya ada 11 orang yang positif, itu terjadi akhir Mei dan awal Juni. Kemudian swab kedua dilakukan tes kepada 34 orang, ada 1 tukang pijat dan 1 penjaga pasar. Alhasil total yang positif di Pasar Cileungsi ada 26 orang," tandasnya.
Ia menyebutkan, kesalnya para pedagang yang diekspresikan dengan penolakan kedatangan petugas medis dikarenakan selama ditemukan kasus, berimbas pada sepinya pengunjung.
"Mereka di sana beralasan ada yang positif membuat pasarnya jadi sepi, mereka khawatir kehilangan pembeli kalau ada positif lagi. Padahal jika mereka paham rapid dan swab test itu mahal. Tapi ini kita kasih gratis, karena kita peduli, eh malah ditolak," tandasnya.
Namun demikian, pihaknya menganggap pedagang membutuhkan edukasi dan sosialisasi terkait Covid-19 ini. Sebab klaster Pasar Cileungsi ini jumlah kasus positinya sangat besar.
"Di sini harus dijelaskan bahwa pasar itu sangat besar positif Covid-19, sehingga harus menerapkan protokol kesehatan, baik wajib masker, cuci tangan dan jaga jarak. Itu sudah disediakan pihak pasar. Kemudian yang tidak pakai masker, baik pedagang maupun pembeli, tidak boleh masuk," tukasnya.
Ia menyebutkan, kesalnya para pedagang yang diekspresikan dengan penolakan kedatangan petugas medis dikarenakan selama ditemukan kasus, berimbas pada sepinya pengunjung.
"Mereka di sana beralasan ada yang positif membuat pasarnya jadi sepi, mereka khawatir kehilangan pembeli kalau ada positif lagi. Padahal jika mereka paham rapid dan swab test itu mahal. Tapi ini kita kasih gratis, karena kita peduli, eh malah ditolak," tandasnya.
Namun demikian, pihaknya menganggap pedagang membutuhkan edukasi dan sosialisasi terkait Covid-19 ini. Sebab klaster Pasar Cileungsi ini jumlah kasus positinya sangat besar.
"Di sini harus dijelaskan bahwa pasar itu sangat besar positif Covid-19, sehingga harus menerapkan protokol kesehatan, baik wajib masker, cuci tangan dan jaga jarak. Itu sudah disediakan pihak pasar. Kemudian yang tidak pakai masker, baik pedagang maupun pembeli, tidak boleh masuk," tukasnya.
(thm)
Lihat Juga :