Tak Mau Divaksin, Siswa SD di Batang Terancam Putus Sekolah
Rabu, 02 Februari 2022 - 12:23 WIB
loading...
Angling Puspa Kinanti (8), siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Lebo Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng) terancam putus sekolah lantaran tak mau divaksin. Foto SINDOnews
A
A
A
BATANG - Angling Puspa Kinanti (8), siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Lebo Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng) terancam putus sekolah lantaran tak mau divaksin dengan alasan sakit. Sudah lebih dari setengah bulan ini pelajar kelas dua tersebut tidak diperbolehkan lagi mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM).
Putri ketiga dari pasangan Istikomah dan Ahmad Subhan yang merupakan warga Gesing RT 1/RW 4, Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang tersebut belum diizinkan mengikuti belajar secara langsung atau PTM, karena belum mengikuti vaksinasi. Baca juga: Tragis! Oknum Guru di Buton Hukum 16 Siswa SD Makan Sampah Plastik
Siswi yang tinggal bersama keluarganya di rumah kontrakan tersebut terancam putus sekolah. Hal ini, lantaran pihak sekolah sempat mengancam akan menghentikan fasilitas bantuan yang sudah diterimanya selama ini. Bahkan manakala tetap tak mau divaksin, anak tersebut bakal mengikuti pendidikan hanya sampai kelas dua.
Istikomah, ibunda Angling mengatakan, sebagai orang tua, dirinya tidak mengijinkan anaknya kalau divaksin. “Karena sedang sakit dan khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih tidak adanya yang bertanggung jawab terkait kegiatan vaksinasi tersebut,” kata Istikomah, Rabu (2/2/2022).
Putri ketiga dari pasangan Istikomah dan Ahmad Subhan yang merupakan warga Gesing RT 1/RW 4, Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang tersebut belum diizinkan mengikuti belajar secara langsung atau PTM, karena belum mengikuti vaksinasi. Baca juga: Tragis! Oknum Guru di Buton Hukum 16 Siswa SD Makan Sampah Plastik
Siswi yang tinggal bersama keluarganya di rumah kontrakan tersebut terancam putus sekolah. Hal ini, lantaran pihak sekolah sempat mengancam akan menghentikan fasilitas bantuan yang sudah diterimanya selama ini. Bahkan manakala tetap tak mau divaksin, anak tersebut bakal mengikuti pendidikan hanya sampai kelas dua.
Istikomah, ibunda Angling mengatakan, sebagai orang tua, dirinya tidak mengijinkan anaknya kalau divaksin. “Karena sedang sakit dan khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih tidak adanya yang bertanggung jawab terkait kegiatan vaksinasi tersebut,” kata Istikomah, Rabu (2/2/2022).
Lihat Juga :