Thermal Scanner Suhu Tubuh, Putus Penyebaran COVID-19 di Area Publik
Jum'at, 12 Juni 2020 - 11:17 WIB
loading...
A
A
A
Risma menilai, penggunaan thermal scanner ini untuk meminimalisir risiko petugas terpapar COVID-19. Sebab, jika hanya menggunakan thermogun maka kemungkinan besar bisa saja ketika ramai pengunjung ada yang belum terdeteksi suhu tubuhnya.
“Karena kalau begini (thermogun) kan risikonya besar juga untuk si pemeriksa itu. Dia (petugas) kalau pakai itu kan screening langsung bisa dilihat,” kata dia.
Untuk meminimalisir risiko itu, Risma kemudian berinisiatif memasang thermal scanner tersebut. Dengan adanya alat ini, pengunjung yang datang secara bergerombol atau ramai-ramai akan terdeteksi semua kondisi tubuhnya.
“Kalau tidak di-screening dia bisa juga kena. Misalkan ada orang lewat di belakang bergerombol itu bisa terkena screening,” kata dia.
Rencananya, alat pendeteksi suhu tubuh berupa thermal scanner ini bakal dipasang di semua titik kantor pemerintahan di lingkungan Balai Kota Surabaya. Bahkan, Risma juga berencana mengaplikasikan alat tersebut di kantor-kantor layanan publik yang ada di Kota Pahlawan.
“Karena kalau begini (thermogun) kan risikonya besar juga untuk si pemeriksa itu. Dia (petugas) kalau pakai itu kan screening langsung bisa dilihat,” kata dia.
Untuk meminimalisir risiko itu, Risma kemudian berinisiatif memasang thermal scanner tersebut. Dengan adanya alat ini, pengunjung yang datang secara bergerombol atau ramai-ramai akan terdeteksi semua kondisi tubuhnya.
“Kalau tidak di-screening dia bisa juga kena. Misalkan ada orang lewat di belakang bergerombol itu bisa terkena screening,” kata dia.
Rencananya, alat pendeteksi suhu tubuh berupa thermal scanner ini bakal dipasang di semua titik kantor pemerintahan di lingkungan Balai Kota Surabaya. Bahkan, Risma juga berencana mengaplikasikan alat tersebut di kantor-kantor layanan publik yang ada di Kota Pahlawan.
(nth)