Berjuang di Bidang Ketahanan Pangan, Petani Layak Dapat Insentif
Kamis, 23 April 2020 - 17:11 WIB
loading...
Foto istimewa
A
A
A
JAKARTA - Perjuangan dan pengorbanan para petani demi menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19 jangan sampai luput dari perhatian. Para petani pun berhak mendapat insentif dari pemerintah.
"Selain dokter, perawat, dan tenaga medis yang ada di garda depan atasi pandemi Covid-19, ada juga para petani yang tak Mereka berjuang di ladang sawah di tengah Covid-19 demi ketahanan pangan nasional kita. Petani berhak mendapatkan insentif serupa sebagaimana para dokter dan tenaga medis di kota-kota," kata pengamat kebijakan publik Achmad Nur Hidayat, Kamis (23/04/2020).
Menurut pengamat yang biasa disapa Matnoer ini, dalam diskusi bersama Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Prof Bustanul Arifin dan Pakar Ketahanan Pangan Bayu Krisnamurthi disimpulkan bahwa harus ada kesepakatan nasional terkait keberpihakan ketahanan pangan dan kesehatan warga secara seimbang.
Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang terlalu ketat akan mengganggu pola distribusi pangan yang akhirnya melahirkan disparitas harga pangan di jumlah daerah.
"Kini terdapat 100 desa yang telah melakukan isolasi mandiri yang tidak mengizinkan adanya transportasi lintas desa. Hal ini dapat mengganggu ketersedian pangan. Penerapan PSBB yang dilakukan di sejumlah daerah akan berdampak pada ketersedian pangan nasional.
"Selain dokter, perawat, dan tenaga medis yang ada di garda depan atasi pandemi Covid-19, ada juga para petani yang tak Mereka berjuang di ladang sawah di tengah Covid-19 demi ketahanan pangan nasional kita. Petani berhak mendapatkan insentif serupa sebagaimana para dokter dan tenaga medis di kota-kota," kata pengamat kebijakan publik Achmad Nur Hidayat, Kamis (23/04/2020).
Menurut pengamat yang biasa disapa Matnoer ini, dalam diskusi bersama Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Prof Bustanul Arifin dan Pakar Ketahanan Pangan Bayu Krisnamurthi disimpulkan bahwa harus ada kesepakatan nasional terkait keberpihakan ketahanan pangan dan kesehatan warga secara seimbang.
Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang terlalu ketat akan mengganggu pola distribusi pangan yang akhirnya melahirkan disparitas harga pangan di jumlah daerah.
"Kini terdapat 100 desa yang telah melakukan isolasi mandiri yang tidak mengizinkan adanya transportasi lintas desa. Hal ini dapat mengganggu ketersedian pangan. Penerapan PSBB yang dilakukan di sejumlah daerah akan berdampak pada ketersedian pangan nasional.
Lihat Juga :