Lima Pasar Tradisional Blitar Dirapid Test Massal, Hasilnya 15 Orang Reaktif
Kamis, 11 Juni 2020 - 19:46 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
BLITAR - Sebanyak 400 orang yang terdiri dari pedagang pasar, penjual sayur keliling, tukang ojek dan tukang becak di Kabupaten Blitar menjalani rapid test Covid-19 secara massal. Hasilnya, 15 orang dinyatakan reaktif atau positif.
"Selebihnya non reaktif," ujar juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti, kepada wartawan, Kamis (11/6/2020).(baca juga: 9 Pedagangnya Terpapar COVID-19, Pasar Krempyeng Gresik Ditutup )
Rapid test massal yang dilakukan secara acak tersebut menyasar lima pasar tradisional di Kabupaten Blitar. Kelima pasar itu adalah pasar Kesamben, pasar Kanigoro, pasar Cangkring Ponggok, pasar Wlingi dan pasar Selopuro.
Data ke 15 orang reaktif itu, kata Krisna Yekti diperoleh dari hasil rapid test di Pasar Kanigoro, Ponggok, Wlingi dan Selopuro. "Untuk Kesamben masih dalam proses rekap. Di pasar Kesamben ada 183 pedagang yang dirapid test," kata Krisna Yekti.
Mereka yang hasilnya reaktif akan diminta menjalani rapid test ulang. Jika hasilnya tetap reaktif, petugas medis akan meningkatkan pengambilan swab test. "Swab test untuk memastikan apakah yang bersangkutan benar-benar positif Corona atau tidak," tambah Krisna Yekti.
"Selebihnya non reaktif," ujar juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti, kepada wartawan, Kamis (11/6/2020).(baca juga: 9 Pedagangnya Terpapar COVID-19, Pasar Krempyeng Gresik Ditutup )
Rapid test massal yang dilakukan secara acak tersebut menyasar lima pasar tradisional di Kabupaten Blitar. Kelima pasar itu adalah pasar Kesamben, pasar Kanigoro, pasar Cangkring Ponggok, pasar Wlingi dan pasar Selopuro.
Data ke 15 orang reaktif itu, kata Krisna Yekti diperoleh dari hasil rapid test di Pasar Kanigoro, Ponggok, Wlingi dan Selopuro. "Untuk Kesamben masih dalam proses rekap. Di pasar Kesamben ada 183 pedagang yang dirapid test," kata Krisna Yekti.
Mereka yang hasilnya reaktif akan diminta menjalani rapid test ulang. Jika hasilnya tetap reaktif, petugas medis akan meningkatkan pengambilan swab test. "Swab test untuk memastikan apakah yang bersangkutan benar-benar positif Corona atau tidak," tambah Krisna Yekti.
Lihat Juga :