Pantau PTM, Taufan Pawe Sebut Siswa Paham Pentingnya Masker dan Vaksin
Selasa, 25 Januari 2022 - 18:35 WIB
loading...
Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe memantau PTM di salah satu sekolah, Selasa (25/1/2022). Foto: SINDOnews/Darwiaty Dalle
A
A
A
PAREPARE - Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe memantau jalannya proses pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah sekolah, di antaranya SDN 5, SMPN 1 dan SMAN 1 Parepare, Selasa (25/1/2022).
Taufan mengatakan, pemantauan yang dilakukan pihaknya untuk memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) pada pelaksanaan PTM.
Baca juga:Vaksinasi Anak di Kabupaten Pinrang Menyasar 40.702 Orang
"Sekaligus kita gencarkan terus sosialisasi pentingnya vaksin. Melalui pemantauan ini, dapat juga kita lihat secara langsung dan mengambil sampel sejauh mana proses vaksinasi terhadap anak khususnya peserta didik," papar Taufan .
Dari pemantauan ke sejumlah sekolah yang dilakukan secara acak ini, tambah Taufan , tidak ada penolakanterhadap vaksin oleh pelajar.
"Karena saat saya berinteraksi dengan anak-anak kita, mereka sudah paham pentingnya menggunakan masker dan vaksinasi," katanya.
Pihaknya, kata Taufan lagi, juga mengapresiasi para orang tua pelajar dalam memberikan edukasi tentang penerapaan protokol kesehatan dan vaksinasi kepada anak.
Baca juga:Lumpuh Usai Divaksin, Remaja Parepare Dipastikan Menderita Penyempitan Saraf
Menyoal guru yang belum vaksin karena alasan medis, kata Taufan , pihaknya mengimbau agar guru tersebut dibatasi interaksinya dengan siswa.
"Saya minta data-data guru yang belum vaksin karena medis. Supaya kita kontrol, kalau sudah memungkinkan untuk vaksin baru kita vaksin. Untuk sementara kita batasi dulu ruang geraknya apalagi berinteraksi dengan siswa," tandasnya.
Taufan mengatakan, pemantauan yang dilakukan pihaknya untuk memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) pada pelaksanaan PTM.
Baca juga:Vaksinasi Anak di Kabupaten Pinrang Menyasar 40.702 Orang
"Sekaligus kita gencarkan terus sosialisasi pentingnya vaksin. Melalui pemantauan ini, dapat juga kita lihat secara langsung dan mengambil sampel sejauh mana proses vaksinasi terhadap anak khususnya peserta didik," papar Taufan .
Dari pemantauan ke sejumlah sekolah yang dilakukan secara acak ini, tambah Taufan , tidak ada penolakanterhadap vaksin oleh pelajar.
"Karena saat saya berinteraksi dengan anak-anak kita, mereka sudah paham pentingnya menggunakan masker dan vaksinasi," katanya.
Pihaknya, kata Taufan lagi, juga mengapresiasi para orang tua pelajar dalam memberikan edukasi tentang penerapaan protokol kesehatan dan vaksinasi kepada anak.
Baca juga:Lumpuh Usai Divaksin, Remaja Parepare Dipastikan Menderita Penyempitan Saraf
Menyoal guru yang belum vaksin karena alasan medis, kata Taufan , pihaknya mengimbau agar guru tersebut dibatasi interaksinya dengan siswa.
"Saya minta data-data guru yang belum vaksin karena medis. Supaya kita kontrol, kalau sudah memungkinkan untuk vaksin baru kita vaksin. Untuk sementara kita batasi dulu ruang geraknya apalagi berinteraksi dengan siswa," tandasnya.
(luq)
Lihat Juga :