Keluarga Kakek 89 Tahun Tewas Diamuk Massa: Bukan Pengeroyokan Biasa, tapi Pembunuhan Berencana
Senin, 24 Januari 2022 - 18:35 WIB
loading...
Kuasa hukum kakek HM korban pengeroyokan, Freddy Yoanes Patty (kedua kanan) menyampaikan keterangan di Rumah Duka Grand Heaven, Jalan Pluit Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (24/1/2022). Foto: MPI/Indra Purnomo
A
A
A
JAKARTA - Keluarga kakek tewas diamuk massa menilai pengeroyokan terhadap HM (89) merupakan pembunuhan berencana. Kuasa hukum korban pengeroyokan, Freddy Yoanes Patty membeberkan kronologis pengeroyokan kakek HM hingga tewas di Cakung, Jakarta Timur.
Saat itu, HM sedang mengendarai mobil dan diteriaki maling hingga dikeroyok massa sampai tewas. "Pada pagi hari Virsha Syahriena anak HM dihubungi Polres Jakarta Timur melalui telepon yang mengabarkan HM meninggal dunia karena dikeroyok massa atas dugaan pencurian mobil Toyota Rush dan saat itu jenazah ada di RS Cipto Mangunkusumo," ujar Freddy dalam konferensi pers di Rumah Duka Grand Heaven, Jalan Pluit Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (24/1/2022).
Baca juga: Polisi Periksa 14 Terduga Pelaku Pengeroyokan Kakek hingga Tewas
Kemudian, Virsha memberitahukan peristiwa tersebut kepada keluarga dan kuasa hukum HM. Virsha, keluarga, dan kuasa hukum mengurus jenazah HM di RS Cipto Mangunkusumo. Selanjutnya, Virsha menuju Polres Metro Jakarta Timur untuk membuat laporan di SPK dengan didampingi kuasa hukum.
Freddy menjelaskan, dari informasi yang beredar keluarga menduga peristiwa yang menyebabkan meninggalnya HM bukanlah pengeroyokan yang terjadi secara spontan, namun ada rekayasa dengan alasan dalam gambar dan video terlihat jelas.
"Ada orang yang bertugas sebagai provokator, berteriak-teriak seakan-akan HM adalah maling atau pelaku pencurian mobil. Ada orang yang bertugas membuat rekaman video dan menyebarkannya di sosmed, membuat opini kematian HM karena amuk massa," katanya.
Saat itu, HM sedang mengendarai mobil dan diteriaki maling hingga dikeroyok massa sampai tewas. "Pada pagi hari Virsha Syahriena anak HM dihubungi Polres Jakarta Timur melalui telepon yang mengabarkan HM meninggal dunia karena dikeroyok massa atas dugaan pencurian mobil Toyota Rush dan saat itu jenazah ada di RS Cipto Mangunkusumo," ujar Freddy dalam konferensi pers di Rumah Duka Grand Heaven, Jalan Pluit Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (24/1/2022).
Baca juga: Polisi Periksa 14 Terduga Pelaku Pengeroyokan Kakek hingga Tewas
Kemudian, Virsha memberitahukan peristiwa tersebut kepada keluarga dan kuasa hukum HM. Virsha, keluarga, dan kuasa hukum mengurus jenazah HM di RS Cipto Mangunkusumo. Selanjutnya, Virsha menuju Polres Metro Jakarta Timur untuk membuat laporan di SPK dengan didampingi kuasa hukum.
Freddy menjelaskan, dari informasi yang beredar keluarga menduga peristiwa yang menyebabkan meninggalnya HM bukanlah pengeroyokan yang terjadi secara spontan, namun ada rekayasa dengan alasan dalam gambar dan video terlihat jelas.
"Ada orang yang bertugas sebagai provokator, berteriak-teriak seakan-akan HM adalah maling atau pelaku pencurian mobil. Ada orang yang bertugas membuat rekaman video dan menyebarkannya di sosmed, membuat opini kematian HM karena amuk massa," katanya.
Lihat Juga :