Developer Perumahan Green Village Singosari Malang Bangun Tembok 2 Meter, Warga Tak Bisa Lewat
Senin, 24 Januari 2022 - 16:48 WIB
loading...
A
A
A
Subandi merupakan satu dari sejumlah warga yang terdampak akses penutupan jalan. Akibat penutupan jalan ini ia pun tak bisa beraktivitas normal, lantaran sepeda motornya tak bisa keluar.
Guna mengakses jalan keluar, Subandi dan warga lain bergotong royong membuatkan jalan alternatif dibalik tembok perkampungan warga, sejak Minggu 23 Januari 2022 kemarin. Warga pun terpaksa menjebol tembok bangunan rumah milik Wandi, demi membuatkan akses jalan kepada Subandi untuk keluar masuk.
Baca juga: Nyalakan Tanda Bahaya, Pasien COVID-19 Omicron di Kota Malang Terus Bertambah
Terlihat hanya akses jalan selebar sekitar 50 sentimeter yang dapat dimanfaatkan warga untuk melintas. Itu pun akses jalan hanya dapat dimanfaatkan pejalan kaki, bukan untuk akses sepeda motor.
"Aksesnya hanya jalan kaki, sepeda motor nggak bisa keluar. Sebelum tembok ini ada jalan, keluar masuknya ya lewat perumahan itu," ucap Subandi, warga RT 3 RW 10 Dusun Karangwaru.
Ia mengakui terkejut bila pagar yang dibuat perumahan begitu tinggi dan tidak diberikan akses. Mengingat sebelumnya pihak perumahan sempat menjanjikan adanya akses jalan dan tak menutup keseluruhan dengan tembok.
Guna mengakses jalan keluar, Subandi dan warga lain bergotong royong membuatkan jalan alternatif dibalik tembok perkampungan warga, sejak Minggu 23 Januari 2022 kemarin. Warga pun terpaksa menjebol tembok bangunan rumah milik Wandi, demi membuatkan akses jalan kepada Subandi untuk keluar masuk.
Baca juga: Nyalakan Tanda Bahaya, Pasien COVID-19 Omicron di Kota Malang Terus Bertambah
Terlihat hanya akses jalan selebar sekitar 50 sentimeter yang dapat dimanfaatkan warga untuk melintas. Itu pun akses jalan hanya dapat dimanfaatkan pejalan kaki, bukan untuk akses sepeda motor.
"Aksesnya hanya jalan kaki, sepeda motor nggak bisa keluar. Sebelum tembok ini ada jalan, keluar masuknya ya lewat perumahan itu," ucap Subandi, warga RT 3 RW 10 Dusun Karangwaru.
Ia mengakui terkejut bila pagar yang dibuat perumahan begitu tinggi dan tidak diberikan akses. Mengingat sebelumnya pihak perumahan sempat menjanjikan adanya akses jalan dan tak menutup keseluruhan dengan tembok.
Lihat Juga :