Polisi Ungkap Motif Suami Siramkan Air Keras pada Istri Siri
Rabu, 19 Januari 2022 - 23:15 WIB
loading...
Unit IV Subdit III Ditreskrimum Jatanras Polda Sumsel menangkap M Yusuf Erwin (45), pelaku penyiraman air keras terhadap istrinya, Susanti Hariyani (30) dan anak tirinya DA (7). Foto SINDOnews
A
A
A
PALEMBANG - Unit IV Subdit III Ditreskrimum Jatanras Polda Sumsel menangkap M Yusuf Erwin (45), pelaku penyiraman air keras terhadap istrinya, Susanti Hariyani (30) dan anak tirinya DA (7). Pelaku ditangkap saat berada di kawasan Plaju, Palembang tanpa perlawanan.
Erwin yang sempat melarikan diri ke Pulau Jawa pasca kejadian mengaku, perbuatan tersebut dilatarbelakangi rasa cemburu karena sang istri diduga memikirkan untuk berhubungan dengan pria lain. Baca juga: Terungkap, Ibu dan Anak yang Disiram Air Keras di Palembang karena Menolak Rujuk
"Kami memang sudah pisah ranjang selama tiga bulan, tapi masih sering berkomunikasi. Hal yang membuat geram, karena dari pisah ranjang itu justru sikapnya berubah kepada saya," ujar Erwin, Rabu (19/1/2022).
Selama berpisah, kata Erwin, dirinya sering datang ke rumah korban dan memutuskan aliran listrik untuk memancing korban agar keluar rumah. "Kalau untuk teror itu tidak benar, tapi kalau masalah pemutusan listrik itu benar saya lakukan. Alasannya agar korban keluar dari rumahnya," katanya.
Terkait aksi penyiraman air keras, Erwin mengatakan, dirinya hanya menggertak semata. Namun, sebelum kejadian dirinya terlebih dahulu terkena air keras, sehingga refleks menyiramkannya ke korban dan sang anak tiri.
"Awalnya cuma gertak, sial malah saya duluan terkena air keras yang telah disiapkannya di dalam gayung mandi. Jadi saya siramkan juga dengan mereka. Saya menyesal pak," ucap Erwin.
Erwin yang sempat melarikan diri ke Pulau Jawa pasca kejadian mengaku, perbuatan tersebut dilatarbelakangi rasa cemburu karena sang istri diduga memikirkan untuk berhubungan dengan pria lain. Baca juga: Terungkap, Ibu dan Anak yang Disiram Air Keras di Palembang karena Menolak Rujuk
"Kami memang sudah pisah ranjang selama tiga bulan, tapi masih sering berkomunikasi. Hal yang membuat geram, karena dari pisah ranjang itu justru sikapnya berubah kepada saya," ujar Erwin, Rabu (19/1/2022).
Selama berpisah, kata Erwin, dirinya sering datang ke rumah korban dan memutuskan aliran listrik untuk memancing korban agar keluar rumah. "Kalau untuk teror itu tidak benar, tapi kalau masalah pemutusan listrik itu benar saya lakukan. Alasannya agar korban keluar dari rumahnya," katanya.
Terkait aksi penyiraman air keras, Erwin mengatakan, dirinya hanya menggertak semata. Namun, sebelum kejadian dirinya terlebih dahulu terkena air keras, sehingga refleks menyiramkannya ke korban dan sang anak tiri.
"Awalnya cuma gertak, sial malah saya duluan terkena air keras yang telah disiapkannya di dalam gayung mandi. Jadi saya siramkan juga dengan mereka. Saya menyesal pak," ucap Erwin.
Lihat Juga :