Puluhan Rumah di Semarang Rusak Diterjang Puting Beliung, 1 Orang Patah Tulang
Selasa, 18 Januari 2022 - 22:16 WIB
loading...
Seorang warga saat menyaksikan rumahnya yang rusak akibat diterjang angin puting beliung. Foto: iNewsTV/Lurisa Lulu
A
A
A
SEMARANG - Angin kencang disertai hujang lebat yang mengguyur Kabupaten Semarang mengakibatkan puluhan rumah dan satu sekolah rusak di Desa Jetak, Kecamatan Getasan, Selasa (18/1/2022).
Bahkan satu unit rumah rusak berat akibat tertimpa pohon besar yang ikut tumbang.
Baca juga: 2 Wanita Diringkus Polda Jateng Usai Tipu Para Korban dengan Kedok Arisan Online
Selain 21 bangunan rumah terjangan angin puting beliung juga merusak bangunan sekolah yang berada di tengah pemukiman warga.
Akibat bencana tersebut satu orang warga mengalami patah tulang punggung karena tertimpa atap rumah.
Korban pun telah di larikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Tiupan angin kencang mirip puting beliung yang menyapu desa tersebut membuat kerusakan pada bangunan rumah, menumbangkan pohon dan tiang listrik hingga berdampak pada terganggunya aliran listrik di sejumlah wilayah di Kabupaten Semarang.
Menurut warga, bencana alam terjadi pada Selasa siang (18/1/2022) saat sebagian warga masih beraktivitas di luar rumah.
Baca juga: Syahwat Jahanam Paman di Surabaya Setubuhi Keponakan 3 Kali saat Diminta Jaga Rumah
“Terjadi siang hari, kejadiannya cepat sekitar 5 menit, angin disertai hujan lebat, akibatnya puluhan rumah rusak, sekolah, pohon tumbang bahkan tiang listrik juga ikut tumbang,” kata salah seorang warga Desa Jetak, Tukimin.
Pihak kecamatan setempat mengaku telah melakukan pendataan dan menghitung kerugian materil dan korban luka.
Data yang dihimpun selanjutnya telah di laporkan ke Bupati Semarang dan pihak pihak terkait agar bisa menyalurkan bantuan.
Camat Getasan, Istichomah mengatakan, pertama yang dilakukan adalah pendataan yang terdampak dan korban untuk mendapatkan bantuan.
Baca juga: Semarang Berdarah, Suami Bantai Istri di Kontrakan dengan 5 Tikaman Maut
“Kita sudah melaporkan ke bupati dan pihak-pihak terkait,” kata Camat Getasan, Istichomah.
Hingga Selasa sore (18/1/2022), beberapa bangunan rumah masih belum diperbaiki dan tidak bisa lagi ditempati.
Para penghuni rumah terpaksa mengungsi di tempat kerabat atau tetangga yang rumahnya selamat dari terjangan angin.
Bahkan satu unit rumah rusak berat akibat tertimpa pohon besar yang ikut tumbang.
Baca juga: 2 Wanita Diringkus Polda Jateng Usai Tipu Para Korban dengan Kedok Arisan Online
Selain 21 bangunan rumah terjangan angin puting beliung juga merusak bangunan sekolah yang berada di tengah pemukiman warga.
Akibat bencana tersebut satu orang warga mengalami patah tulang punggung karena tertimpa atap rumah.
Korban pun telah di larikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Tiupan angin kencang mirip puting beliung yang menyapu desa tersebut membuat kerusakan pada bangunan rumah, menumbangkan pohon dan tiang listrik hingga berdampak pada terganggunya aliran listrik di sejumlah wilayah di Kabupaten Semarang.
Menurut warga, bencana alam terjadi pada Selasa siang (18/1/2022) saat sebagian warga masih beraktivitas di luar rumah.
Baca juga: Syahwat Jahanam Paman di Surabaya Setubuhi Keponakan 3 Kali saat Diminta Jaga Rumah
“Terjadi siang hari, kejadiannya cepat sekitar 5 menit, angin disertai hujan lebat, akibatnya puluhan rumah rusak, sekolah, pohon tumbang bahkan tiang listrik juga ikut tumbang,” kata salah seorang warga Desa Jetak, Tukimin.
Pihak kecamatan setempat mengaku telah melakukan pendataan dan menghitung kerugian materil dan korban luka.
Data yang dihimpun selanjutnya telah di laporkan ke Bupati Semarang dan pihak pihak terkait agar bisa menyalurkan bantuan.
Camat Getasan, Istichomah mengatakan, pertama yang dilakukan adalah pendataan yang terdampak dan korban untuk mendapatkan bantuan.
Baca juga: Semarang Berdarah, Suami Bantai Istri di Kontrakan dengan 5 Tikaman Maut
“Kita sudah melaporkan ke bupati dan pihak-pihak terkait,” kata Camat Getasan, Istichomah.
Hingga Selasa sore (18/1/2022), beberapa bangunan rumah masih belum diperbaiki dan tidak bisa lagi ditempati.
Para penghuni rumah terpaksa mengungsi di tempat kerabat atau tetangga yang rumahnya selamat dari terjangan angin.
(nic)
Lihat Juga :