Soal Tagihan Listrik Naik, PLN Jakarta: Hanya Suasana Kebatinan Masyarakat
Kamis, 11 Juni 2020 - 10:17 WIB
loading...
A
A
A
Doddy lalu memberi gambaran soal survei konsumsi listrik di Jakarta pada Mei 2020. Survei dilakukan kepada 50 sampel pelanggan dari berbagai sektor. Hasilnya, pemakaian listrik dari awal Bulan Mei pada sektor rumah tangga naik sebesar 4,73 persen. (Baca juga: Tagihan Listrik Melonjak, PLN Sarankan Pelanggan Lapor ke Posko Pengaduan)
Sebaliknya, konsumsi listrik di sektor bisnis turun 11,38 persen, sektor sosial turun 9,52 persen, pemerintah turun 6,9 persen, dan sektor industri turun 15,8 persen. Di Bulan Mei, Jakarta sedang menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selama PSBB masyarakat lebih banyak beraktivitas, belajar, dan bekerja dari rumah.
Saat PSBB, sejumlah perusahaan dan pusat perbelanjaan juga tutup. Beberapa dari mereka bahkan mengajukan penurunan daya hingga berhenti berlangganan. "Ini mungkin menjadi penyebab dari banyaknya pelanggan kami yang cukup terkejut menerima tagihan listrik," tutur Doddy.
Bagi konsumen yang masih meragukan pengolahan data PLN, kata Doddy, perusahaan membuka ruang komunikasi di PLN contact center 123. "Kemudian kita juga membuka channel di Facebook, Twitter, Instagram dan lain-lain," tutupnya.
Sebaliknya, konsumsi listrik di sektor bisnis turun 11,38 persen, sektor sosial turun 9,52 persen, pemerintah turun 6,9 persen, dan sektor industri turun 15,8 persen. Di Bulan Mei, Jakarta sedang menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selama PSBB masyarakat lebih banyak beraktivitas, belajar, dan bekerja dari rumah.
Saat PSBB, sejumlah perusahaan dan pusat perbelanjaan juga tutup. Beberapa dari mereka bahkan mengajukan penurunan daya hingga berhenti berlangganan. "Ini mungkin menjadi penyebab dari banyaknya pelanggan kami yang cukup terkejut menerima tagihan listrik," tutur Doddy.
Bagi konsumen yang masih meragukan pengolahan data PLN, kata Doddy, perusahaan membuka ruang komunikasi di PLN contact center 123. "Kemudian kita juga membuka channel di Facebook, Twitter, Instagram dan lain-lain," tutupnya.
(thm)
Lihat Juga :