Demo Pro Kontra Tambang Emas, Dua Kelompok Massa Nyaris Baku Hantam
Minggu, 16 Januari 2022 - 14:26 WIB
loading...
A
A
A
"Kami meminta Presiden Joko Widodo untuk mencabut ijin Usaha Pertambangan (IUP) PT Amazing Tabara di 3 desa yakni Desa Sambiki, Anggai dan Air Mangga, seprti presiden mencabut ijin 2.078 IUP perusahaan tambang mineral dan batu bara di 29 provinsi, yang ijinnya telah kadaluarsa," pinta Aji Basrah, koordiantor aksi penolak tamang dalam orasinya. Baca: Ramai Aksi Vandalisme di Bandung, Ini Kata Wali Kota Bandung pada Pelaku.
Dalam aksi itu juga, La Abu Rumpai warga Desa Sambiki yang juga petani cengkeh menjelaskan, sudah tujuh puluh tahun dirinya menghidupi keluarganya dengan hasil bertani cengkeh. Sehingga apabila perusahan beroprasi maka dipastikan mengancam keberlangsungan hidup warga di sana.
"Sudah 70 tahun lebih saya hidup dari hasil perkebunan cengkeh, 4 orang anak saya berhasil sarjana dari hasil cengkeh, jika hari ini perusahaan mengambil perkebunan kami, kami mau hidup dengan apa lagi," ujar La Abu Rumpai. Baca Juga: Oknum Polisi dan Istri Terjerat Dugaan Investasi Bodong, 13 Mobil Mewah Disita.
Sementara itu, Rahaman Karamaha warga Desa Anggai yang mendukung perusahaan, mengaku hadirnya tambang akan dapat menghidupi dan membantu perekonomian mereka. "Bila adanya perusahaan maka kita bisa membangun desa, dan juga bisa menjual lahan perkebunan kami," pungkasnya.
Dalam aksi itu juga, La Abu Rumpai warga Desa Sambiki yang juga petani cengkeh menjelaskan, sudah tujuh puluh tahun dirinya menghidupi keluarganya dengan hasil bertani cengkeh. Sehingga apabila perusahan beroprasi maka dipastikan mengancam keberlangsungan hidup warga di sana.
"Sudah 70 tahun lebih saya hidup dari hasil perkebunan cengkeh, 4 orang anak saya berhasil sarjana dari hasil cengkeh, jika hari ini perusahaan mengambil perkebunan kami, kami mau hidup dengan apa lagi," ujar La Abu Rumpai. Baca Juga: Oknum Polisi dan Istri Terjerat Dugaan Investasi Bodong, 13 Mobil Mewah Disita.
Sementara itu, Rahaman Karamaha warga Desa Anggai yang mendukung perusahaan, mengaku hadirnya tambang akan dapat menghidupi dan membantu perekonomian mereka. "Bila adanya perusahaan maka kita bisa membangun desa, dan juga bisa menjual lahan perkebunan kami," pungkasnya.
(nag)
Lihat Juga :